Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 13 Mei 2022 20:46 WITA

HMI Samarinda Gelar Aksi Terkait CSR Rp 200 Miliar ke Universitas Luar Kaltim


HMI Samarinda Gelar Aksi Terkait CSR Rp 200 Miliar ke Universitas Luar Kaltim Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi baru-baru ini melayangkan protes terhadap dana CSR tambang batu bara sebesar Rp 200 Miliar disalurkan ke kampus-kampus luar Kaltim. Hal itu disampaikan saat Rapat Paripurna di DPRD Kaltim tiga hari lalu.

Dari pernyataan tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda turut menanggapi dan menggelar aksi di depan kantor Gubernur Kaltim. Jum’at (13/5/2022).

Meski diguyur hujan deras, massa tetap menyampaikan orasi-orasi politiknya serta tuntutan yang menjadi poin utama dalam aksi tersebut.

Koordinator lapangan, Syahrul mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan adanya aliran dana CSR yang disalurkan oleh PT. Bayan Resources kepada perguruan tinggi di luar kaltim. Menurutnya Kaltim lebih membutuhkan dana tersebut untuk pendidikan.

“Semisal dana tersebut diberikan ke perguruan tinggi Kaltim pasti ini bisa sangat membantu, banyak masyarakat yang ingin bersekolah namun terkendala biaya,” ujar Syahrul.

Selain itu, Syahrul juga menyoroti transparansi alokasi dana CSR di seluruh perusahaan yang berada di wilayah kaltim. Pihaknya meminta agar pemerintah mengawasi dana CSR perusahaan agar tidak mengalokasikan dana CSR ke provinsi lain.

“Kita di Kaltim saja butuh, kok ini malah dialokasikan ke provinsi lain. Mereka mengeruk tanah di sini tapi dananya dialihkan ke pulau lain, jadi kami di Kaltim dapat lubang saja?,” tanya dia.

Tak hanya itu, Muhammad Majid, Humas Aksi, mengaku akan mengawal tuntutan massa aksi, agar pemerintah bisa fokus dalam melakukan pengawasan dana CSR.

“Tentu kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” sambung Majid.

Usai menggelar aksi, Pemprov Kaltim meminta kepada massa aksi untuk menggelar audiensi bersama stakeholder terkait. Dalam audiensi, Formateur HMI Samarinda, Muhammad Ronni, menegaskan bahwa pemerintah kurang memaksimalkan pengawasan, salah satunya terkait CSR ini.

” Sampai ada aliran dana keluar daerah Rp 200 Miliar itu bagaimana, seharusnya pemerintah memperhatikan dan mengawasi kinerja perusahaan,” tegasnya.

Ronni menjelaskan pada saat usai menggelar audiensi pihak pemprov mengaku akan membantu mengawal kasus ini dan akan melakukan koordinasi ke pemerintah pusat. Namun Ronni berharap agar pemerintah bisa meningkatkan pengawasannya sehingga tidak ada kejadian yang sama, karena ia menilai ini sangat merugikan masyarakat Kaltim.

“Harapannya pemerintah bisa maksimal dalam menjalankan pengawasannya,” pungkasnya. (*/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran Landa Desa Sebuntal, 1 Rumah Hangus Terbakar

16 Juni 2025 - 11:53 WITA

Dikabarkan Pemuda Berprofesi Sebagai Badut Terjun ke Sungai Mahakam

12 April 2025 - 23:35 WITA

RSUD AM Parikesit Evakuasi Pasien ke Gedung Baru yang Akan Difungsikan sebagai Poliklinik

24 Oktober 2024 - 22:18 WITA

Insiden Ambruknya Atap Gedung, Direktur RSUD AM Parikesit Pastikan Pasien Dievakuasi dalam Kondisi Aman

24 Oktober 2024 - 18:53 WITA

Plafon Gedung RSUD AM Parikesit Ambruk Akibat Angin Deras

24 Oktober 2024 - 17:47 WITA

Kemacetan Panjang di Jembatan Kartanegara, Akses ke RSUD AM Parikesit Tersendat

21 September 2024 - 15:46 WITA

Trending di Peristiwa