okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan kebijakan pembelajaran secara daring bagi siswa menyusul kondisi kualitas udara yang dinilai mulai kurang sehat akibat kabut asap. Kebijakan tersebut diperkirakan mulai diterapkan pada Kamis.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kondisi udara di wilayah Kalimantan Timur saat ini sudah kurang sehat untuk aktivitas di luar ruangan. Karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah perlindungan terhadap anak-anak dengan menyiapkan pembelajaran dari rumah.
“Oleh karenanya, kami akan mengambil kebijakan untuk anak-anak sekolah akan kita belajar secara daring di rumah. Dan kita berharap para orang tua itu bisa menjaga anak-anak mereka di rumah,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, penerapan pembelajaran daring saat ini masih dalam tahap persiapan, khususnya terkait infrastruktur pendukung. Jika berjalan sesuai rencana, pembelajaran daring mulai dilaksanakan Kamis.
“Sekarang kita siapkan infrastrukturnya. Kemungkinan hari Kamis kita sudah mulai,” katanya.
Aulia menyebut kebijakan tersebut akan diberlakukan secara bertahap dan dievaluasi setiap pekan. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi udara sekaligus menentukan langkah selanjutnya.
“Rentang waktunya itu kita akan buat per minggu. Kita akan evaluasi seminggu,” jelasnya.
Selain pembelajaran daring, Pemkab Kukar melalui Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat diminta menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika berada di ruang terbuka.
“Dan kita mengimbau melalui Dinas Kesehatan untuk seluruh warga masyarakat, ketika beraktivitas di luar gedung atau di tempat udara terbuka itu dengan menggunakan alat pelindung diri berupa masker,” pungkasnya.(Atr)









