Menu

Mode Gelap

Kalimantan Timur · 1 Agu 2025 18:46 WITA

MHU Tegaskan Danau Bukit Lontar Bukan Bekas Tambang, Peristiwa Tenggelamnya Pemuda Tidak Terkait Aktivitas Perusahaan


MHU Tegaskan Danau Bukit Lontar Bukan Bekas Tambang, Peristiwa Tenggelamnya Pemuda Tidak Terkait Aktivitas Perusahaan Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Menyikapi beredarnya informasi yang kurang tepat terkait peristiwa tenggelamnya seorang pemuda di Danau Bukit Lontar, Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, PT Multi Harapan Utama (MHU) menyampaikan klarifikasi resmi bahwa lokasi kejadian berada di luar wilayah konsesi perusahaan dan tidak berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

Korban, Thomas Steven Gomes (21), diketahui merupakan pekerja dari salah satu perusahaan perkebunan yang berlokasi di sekitar danau dan tinggal di mess karyawan perusahaan tersebut. PT MHU turut menyampaikan belasungkawa dan empati yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.

Kepala Desa Margahayu, Rusdi, menjelaskan bahwa Danau Bukit Lontar merupakan danau alami yang terbentuk dari rawa yang secara alami menjadi semakin dalam. Danau tersebut telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk aktivitas keseharian. Rusdi juga menegaskan bahwa korban bukan warga Desa Margahayu.

“Danau ini bukan bagian dari wilayah konsesi MHU, dan tidak ada kegiatan pertambangan di lokasi tersebut. Rencana pemanfaatan danau untuk program ketahanan pangan desa juga tidak dilanjutkan karena kondisi danau yang dipenuhi tunggul kayu dan dinilai tidak aman,” ujarnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis (31/7) dan menegaskan bahwa Danau Bukit Lontar bukan merupakan void atau lubang bekas tambang.

“Lokasi kejadian merupakan danau alami. Tidak ada aktivitas pertambangan MHU di area tersebut,” tegas Bambang.

Senada dengan itu, External Relation PT MHU, Samsir, menyampaikan bahwa lokasi Danau Bukit Lontar berada di luar wilayah operasional maupun konsesi perusahaan. Namun, pihak MHU tetap menunjukkan kepedulian dengan menjalin komunikasi dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

“Sebagai bentuk empati, kami tetap berkomunikasi baik dengan pihak keluarga korban. Namun kami pastikan bahwa lokasi kejadian tidak terkait dengan kegiatan perusahaan,” ujarnya.

MHU juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan pengelolaan lingkungan. Perusahaan secara konsisten melakukan patroli pengamanan di seluruh area pasca tambang miliknya, termasuk memasang pagar pengaman, rambu peringatan, dan papan larangan untuk mencegah aktivitas berbahaya seperti berenang atau memancing.

Menutup pernyataan resminya, MHU mengimbau masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat demi mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat. Peristiwa ini merupakan musibah yang terjadi di danau alami dan tidak berhubungan dengan kegiatan pertambangan perusahaan.(atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hetifah Soroti Kesenjangan Kapasitas dan Digitalisasi Pemerintahan Desa

21 Juli 2026 - 16:40 WITA

tata kelola pemerintahan desa

Hetifah Usulkan Beasiswa dan Jalur RPL bagi Perangkat Desa

21 Juli 2026 - 16:29 WITA

beasiswa perangkat desa

Kebakaran di Jalan Belida Tenggarong Hanguskan Lima Bangunan, Pasokan Air Jadi Kendala

20 Juli 2026 - 23:31 WITA

kebakaran Jalan Belida Tenggarong

PPDI Kaltim Dilantik di Kukar, Aulia Tekankan Profesionalisme dan Digitalisasi Desa

20 Juli 2026 - 20:24 WITA

PPDI Kaltim

Polisi Tangkap Pria atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Samarinda

17 Juli 2026 - 20:22 WITA

kekerasan seksual anak

Tujuh Rumah Terbakar di Tenggarong, Tujuh Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

17 Juli 2026 - 11:39 WITA

kebakaran Tenggarong
Trending di Peristiwa