Musium Nelayan (angga/okeborneo.com)
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat maupun wisatawan. Desa Pela yang terletak di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menciptakan sebuah museum nelayan.
Dimana Musium Nelayan tersebut bertujuan untuk mengingatkan akan bahayanya illegal fishing yang acap kali digunakan nelayan untuk memudahkan mendapatkan tangkapan ikan.
Di dalam Musium Nelayan terdapat banyak jenis alat tangkap nelayan tradisional yang ramah lingkungan dan digunakan nelayan di Desa Pela yang sudah turun temurun.
Selain itu terdapat informasi tentang pesut mahakam dan jenis ikan-ikan yang ada di sungai Desa Pela dan di Danau Semayang. Di sini wisatawan juga bisa mendapatkan informasi tentang alat tangkap nelayan yang dilarang dan tidak ramah lingkungan (illegal fishing).
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Alimin menjelaskan, saat ini, museum nelayan sudah menerapkan digitalisasi dengan code QR atau Barcode dan pembayan nya juga sudah menggunakan QRIS .
“Apabila ada wisatawan yang ingin mengetahui informasi terkait item-item yang ada di museum bisa melalui QR atau Barcode di situ semua sudah ada penjelasannya,” ujarnya.
Alimin mengungkapkan bahwasanya wisatawan sangat senang berkunjung ke Musium Nelayan dimana menurut mereka hal ini sangat penting untuk diterapkan dan diedukasi.
“Selain untuk mengingatkan untuk sesama ini juga bisa menjadi bagian dari edukasi bagi wisatawan yang memang belum tau sama sekali, ” ujarnya. (adv/disparkukar/atr)








