Menu ✖

Mode Gelap

Kalimantan Timur · 12 Nov 2024 14:30 WITA

Optimistis Usai Debat Perdana, Edi-Rendi Yakin Elektabilitas Tetap Kuat di Pilkada Kukar


 Optimistis Usai Debat Perdana, Edi-Rendi Yakin Elektabilitas Tetap Kuat di Pilkada Kukar Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA— Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah dan Rendi Solihin, tampil percaya diri usai debat kandidat perdana Pilkada Kukar pada Senin malam, 11 November 2024. Dengan hasil survei menunjukkan elektabilitas mereka di angka 60,2 persen, Edi optimis dukungan masyarakat akan tetap kuat hingga pemilihan pada 27 November mendatang.

Dalam konferensi pers di Samarinda, Edi menyerukan kepada pendukungnya agar tetap solid menghadapi taktik-taktik yang berusaha menggerus elektabilitas mereka. “Pendukung Edi-Rendi tidak boleh terpengaruh oleh pembagian beras atau sejenisnya,” tegasnya.

Selama debat, Edi-Rendi memaparkan visi mereka untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur, memperkuat sektor pariwisata, dan mendorong industri hijau yang berkelanjutan, sesuai dengan Visi Kukar Idaman Terbaik 2025-2030. Mereka juga menyoroti program pendidikan, mulai dari penekanan angka putus sekolah hingga penyediaan seragam dan alat tulis gratis bagi siswa TK dan PAUD.

Rendi Solihin turut menjelaskan langkah-langkah konkret mendukung energi terbarukan di Kukar, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga air.

Tim pemenangan Edi-Rendi menilai pemaparan paslon nomor urut 1 ini sangat realistis dan sesuai dengan kondisi anggaran daerah. Sekretaris tim, Suria Irfani, menekankan komitmen mereka untuk mengarahkan ekonomi Kukar dari sektor ekstraktif menuju ekonomi berkelanjutan.

Debat yang bertema “Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Melalui Pembangunan Berkelanjutan dengan Memperhatikan Kearifan Lokal” ini menjadi ajang bagi Edi-Rendi untuk mengukuhkan posisinya sebagai kandidat yang menjanjikan pembangunan berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi lokal.

Selain menekankan pembangunan berkelanjutan, Edi-Rendi juga menyoroti pentingnya memperhatikan kearifan lokal dalam setiap kebijakan yang mereka rencanakan. Dalam visi mereka, Kukar tidak hanya akan menjadi daerah yang mandiri dalam sektor pangan dan energi, tetapi juga tetap menjaga identitas budaya dan adat setempat.

Edi menjelaskan bahwa keberlanjutan pembangunan di Kukar harus diselaraskan dengan kebijakan nasional dan provinsi untuk mewujudkan ketahanan pangan. “Arahan Presiden Prabowo Subianto adalah untuk mencapai swasembada pangan, dan Kukar memiliki peran strategis dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Edi, menegaskan kembali komitmennya untuk mengoptimalkan potensi Kukar sebagai pusat ketahanan pangan di Kalimantan Timur.

Dalam sesi tanya jawab debat, pasangan Edi-Rendi juga menanggapi isu transformasi ekonomi dari bergantung pada sumber daya alam ekstraktif menuju ekonomi berkelanjutan. Mereka menyampaikan rencana konkret untuk mengembangkan sektor pariwisata, energi baru terbarukan, dan ekonomi kreatif yang berpotensi besar di Kukar. Menurut Rendi, upaya ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Di sisi lain, Suria Irfani, selaku sekretaris tim pemenangan Edi-Rendi, mengungkapkan kebanggaannya atas performa pasangan tersebut. Suria menilai paparan mereka lebih realistis dan berdasarkan pada kondisi nyata di lapangan. “Edi-Rendi berhasil menunjukkan pengalaman dan pemahaman yang mendalam mengenai tantangan dan potensi Kukar. Mereka juga berjanji untuk terus mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran,” ujar Suria.

Dengan hasil survei yang menunjukkan dukungan masyarakat, Edi-Rendi berharap soliditas para relawan dan pendukung tetap terjaga. Mereka optimis dukungan ini akan menjadi modal penting untuk memenangkan suara di Kutai Kartanegara dan melanjutkan visi mereka membangun Kukar yang sejahtera dan berkelanjutan.(atr)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sistem Air di Kawasan Rawan Kebakaran

8 Oktober 2026 - 13:41 WITA

25.520 Kunjungan Diabetes di Puskesmas Kukar hingga September 2026, Dinkes Soroti Pola Konsumsi

3 Oktober 2026 - 20:46 WITA

Plasma 294 Hektare Belum Terbangun, Koperasi Sungai Payang Tagih Kewajiban PT Niaga Mas Gemilang

1 Oktober 2026 - 19:38 WITA

DLHK Kukar Bidik Retribusi Sampah Rp400 Juta, Skema Pembayaran Lewat PDAM dan PBB Dikaji

1 Oktober 2026 - 13:20 WITA

Kelangkaan BBM di Kukar, Komisi II DPRD Minta Pertamina Tambah Kuota Pasokan

1 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Aulia: APBD Perubahan 2026 Kukar Turun Rp100 Miliar, Angka Rp7,9 Triliun Termasuk Penataan Pinjaman

30 September 2026 - 23:45 WITA

Trending di Advertorial