okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA-Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, mendorong pencarian sumber air baku alternatif untuk mengantisipasi penurunan ketersediaan air bersih di wilayah Samboja. Salah satu opsi yang mulai dikaji pemerintah daerah adalah memanfaatkan waduk lama milik Balai Wilayah Sungai (BWS).
Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi debit air di sejumlah waduk yang belum menunjukkan peningkatan signifikan. Meski hujan mulai turun dalam beberapa waktu terakhir, intensitasnya masih sporadis sehingga belum mampu mengembalikan ketersediaan air ke kondisi normal.
Sunggono mengatakan, kondisi tersebut perlu segera diantisipasi karena berpotensi memengaruhi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Pemerintah daerah pun telah membahas sejumlah alternatif penanganan bersama Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Sebagai tindak lanjut, Direktur Utama PDAM diminta turun langsung ke lapangan untuk meninjau potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan. Koordinasi juga akan melibatkan Camat Samboja serta BWS sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan waduk.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah waduk lama milik BWS. Sumber air tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan air baku PDAM, khususnya bagi masyarakat Samboja dan kawasan sekitarnya.
Namun, rencana pemanfaatannya masih menghadapi sejumlah pertimbangan teknis. Sunggono menyebutkan, lokasi waduk berjarak sekitar 5 hingga 7 kilometer dari reservoir terdekat milik PDAM. Jarak tersebut perlu diperhitungkan, terutama terkait kebutuhan infrastruktur dan sistem penyaluran air.
“Ada waduk yang dibuat oleh BWS, tapi sebenarnya waduk lama. Jaraknya dari reservoir terdekat milik PDAM hampir sekitar 5 sampai 7 kilometer,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan terlebih dahulu ketersediaan debit air serta kelayakan pengolahannya sebelum menjadikan waduk tersebut sebagai sumber air baku tambahan.
“Untuk memastikan apakah memang debit airnya itu bisa kita olah menjadi air baku untuk PDAM, untuk warga Samboja dan sekitarnya,” pungkas Sunggono.
Dengan adanya kajian tersebut, Pemkab Kukar berharap potensi sumber air alternatif dapat dioptimalkan untuk mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih, terutama ketika kondisi sumber air utama belum kembali normal.(adv/diskomkukar/atr)










