Menu

Mode Gelap

DP3A Kutai Kartanegara · 14 Sep 2024 16:13 WITA

Pemkab Kukar Berkomitmen Tekan Angka Stunting, Prevalensi Turun Menjadi 21% di 2023


Teks foto : Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Perbesar

Teks foto : Asisten II Setkab Kukar, Ahyani

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya menekan angka stunting di wilayahnya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2023, prevalensi balita stunting di Kukar tercatat mencapai 21%. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Asisten II Setkab Kukar, Ahyani pada saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, bertempat di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (15/9/2024).

Ahyani mengatakan penurunan ini menjadi bukti nyata dari berbagai program yang telah dijalankan oleh Pemkab Kukar untuk mengatasi masalah kesehatan anak, terutama dalam hal stunting. Pemkab berkomitmen melanjutkan program-program penting seperti pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, pemberian makanan tambahan bergizi, serta edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang.

“Kami sangat bersyukur melihat adanya penurunan angka stunting di wilayah Kukar. Namun, pekerjaan kami belum selesai. Kami akan terus melanjutkan berbagai program intervensi yang telah berjalan, serta berupaya mencari solusi-solusi baru yang lebih efektif untuk menekan angka stunting lebih rendah lagi,” ungkap Ahyani.

Selain itu, Pemkab Kukar juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, lembaga kesehatan, dan masyarakat luas, untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas kesehatan yang layak. Edukasi mengenai gizi seimbang juga terus digencarkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, terutama bagi keluarga-keluarga berisiko tinggi.

“Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, upaya penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan hingga edukasi kepada orang tua,” tambahnya.

Pemkab Kukar optimistis bahwa dengan kolaborasi yang baik antar semua pihak, angka stunting di wilayah ini akan terus menurun, sehingga dapat mencapai target nasional dalam beberapa tahun ke depan.(adv/dp3akukar/atr/ob1)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DP3A Kukar Gelar Jambore Anak sebagai Apresiasi dan Persiapan Agen Perubahan Masa Depan

28 Oktober 2024 - 13:24 WITA

DP3A Yakin Bisa Wujudkan Pembangunan Berbasis Data Gender dan Anak di Kukar

28 Oktober 2024 - 11:58 WITA

DP3A Kukar Gelar Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak untuk Wujudkan Pembangunan Responsif Gender

28 Oktober 2024 - 11:57 WITA

DP3A Kukar Gelar Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak Tahun 2024

28 Oktober 2024 - 11:55 WITA

DP3A Kukar Gelar Program Pencegahan Kekerasan, Penelantaran, dan Eksploitasi Anak

26 Oktober 2024 - 15:12 WITA

DP3A Kukar Perkuat Jaringan Desa untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

26 Oktober 2024 - 15:01 WITA

Trending di DP3A Kutai Kartanegara