Menu

Mode Gelap

Advertorial · 8 Des 2023 05:46 WITA

Pendidikan Kesetaraan Gender Dorong Potensi dan Kemajuan Sosial


Pendidikan Kesetaraan Gender Dorong Potensi dan Kemajuan Sosial Perbesar

istimewa
TENGGARONG – Pendidikan kesetaraan gender bukan hanya soal menghormati hak asasi manusia, tetapi juga soal mendorong potensi penuh dan kemajuan sosial bagi seluruh anggota masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala bidang PUG, PP, PSDGA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) Chalimatus Sa’diah.

Menurutnya, pendidikan kesetaraan gender memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk mengejar cita-cita dan impian mereka. Ini berarti lebih banyak perempuan dapat berkarier di bidang-bidang yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki, seperti sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Hal ini akan mendorong kemajuan sosial dan inovasi karena potensi penuh dari seluruh anggota masyarakat dapat dieksplorasi dan dimanfaatkan.

“Ketika kesetaraan gender diterapkan dalam pendidikan, perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar cita-cita dan impian mereka. Ini berarti lebih banyak perempuan dapat berkarier di bidang-bidang yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki, seperti sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Hal ini akan mendorong kemajuan sosial dan inovasi karena potensi penuh dari seluruh anggota masyarakat dapat dieksplorasi dan dimanfaatkan,” ujar Chalimatus, Senin (4/12/2023).

Ia menambahkan, pendidikan kesetaraan gender juga akan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Perempuan akan mampu berkontribusi secara maksimal dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk politik, ekonomi, dan sosial. Dengan memastikan kesetaraan dalam pendidikan, masyarakat akan memiliki sumber daya yang lebih beragam dan berpotensi untuk menciptakan perubahan positif.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pendidikan kesetaraan gender di Kukar. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, untuk memastikan bahwa perempuan mendapatkan akses, kualitas, dan hasil pendidikan yang sama. Kami juga menggalakkan budaya yang menghargai dan menghormati perbedaan gender, serta mencegah segala bentuk diskriminasi dan kekerasan berbasis gender,” tuturnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim tahun 2022, angka partisipasi sekolah (APS) usia 16-18 tahun, perempuan di Kukar mencapai 78,19 persen, sedangkan laki-laki sebesar 80,87 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh anak sekolah usia 16-18 tahun di Kukar telah mengenyam pendidikan formal. Namun, masih ada tantangan dalam hal kualitas dan hasil pendidikan, terutama dalam hal penguasaan bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

“Kami berharap dengan adanya pendidikan kesetaraan gender, perempuan dan laki-laki di Kukar dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka di bidang apapun yang mereka minati. Kami juga berharap dengan adanya pendidikan kesetaraan gender, perempuan dan laki-laki di Kukar dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah dan nasional,” pungkasnya. (Adv)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkiland Fest 2025 Gaungkan Musik Tingkilan ke Panggung Nasional

24 November 2025 - 11:38 WITA

Tingkiland Fest 2025

Bupati Aulia Pimpin Upacara HGN ke-80, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Sejahterakan Guru

24 November 2025 - 11:34 WITA

Bupati Aulia pimpin upacara HGN ke-80

Dispar Kukar Sukses Gelar Enam Event Ekraf Sepanjang 2025

22 November 2025 - 14:45 WITA

event Ekraf Kukar

Taman Tanjong Jadi Pusat Hiburan Modern dalam Rancangan Ekraf 2026

22 November 2025 - 14:44 WITA

Taman Tanjong

Beasiswa ASN Kukar Diperluas, Fokus pada Kenaikan Jenjang Pendidikan

22 November 2025 - 14:42 WITA

beasiswa ASN Kukar

Ribuan Pekerja Sektor Riil Kukar Masuk Program Perlindungan Baru

22 November 2025 - 14:40 WITA

perlindungan pekerja sektor riil Kukar
Trending di Advertorial