Wabup Kukar Rendi Solihin menemui para aksi demo (angga/okeborneo.com)
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Salah satu lokal vendor asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan aksi demo dengan diikuti ratusan masa. Demo tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Kukar, Senin (27/11/2023).
Adapun tuntutan dalam aksi tersebut meminta Pemkab Kukar untuk melibatkan para vendor lokal dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Kukar.
Selama aksinya, ratusan masa yang menyuarakan tuntutannya disambut secara hangat oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Dan mengajak perwakilan aksi untuk melakukan diskusi di ruang rapat eksekutif untuk membahas tuntutan mereka.
Usai berdiskusi dengan perwakilan masa, Rendi Solihin mengatakan bahwa sampai akhir tahun memang Pemkab Kukar memang memiliki sejumlah event festival di setiap daerah di Kukar. Adapun event di pekan ini, Rendi mengaku akan ada lima festival yang diselenggarakan dan akan berlangsung sampai akhir Desember.
“Event yang dilaksanakan ini bersamaan semua. Jadi kebutuhan kita itu tidak cukup di momen-momen seperti ini, makanya diperlukan koordinasi lebih lanjut, ” ujar Rendi.
Meski demikian, Rendi mengatakan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen untuk tetap mengutamakan vendor lokal dalam setiap kegiatan.
“Talent lokal juga kami setuju. Dengan catatan memenuhi persyaratan, seperti mampu dibawa keliling 20 kecamatan. Artis juga kita siapkan di event besar, sehingga dapat membantu ekonomi berputar, ” tegas Rendi.
Maka dari itu, Rendi membantah bahwa Pemkab Kukar tidak melibatkan vendor lokal. Ia mengaku sejumlah event Kukar Kaya Festival itu juga menggunakan vendor lokal. Misalnya saja di event di Kecamatan Muara Badak itu Pemkab Kukar melibatkan vendor lokal termasuk dengan UMKM full lokal semua.
“Dan kalaupun ada vendor UMKM dari Samarinda, itu akan kami evaluasi karena tidak boleh. Murni gratis bagi UMKM lokal. Vendor lokal dengan panitia lokal juga harus terjalin dengan baik komunikasi nya, ” kata Rendi.
Untuk itu, Rendi meminta kepada seluruh vendor lokal yang ada di Kukar untuk dapat meningkatkan fasilitasnya. Sebab, pihak penyelenggara itu terkadang meminta spek yang dapat menunjang acara dengan sangat baik.
“Harga boleh kompetitif, sehingga kedepannya spek yang diminta pemilik acara bisa dipenuhi. Karena ada beberapa acara spek tidak dipenuhi. Tapi pada prinsipnya di tiap kecamatan itu harus full senyum. Dan ekonomi itu harus berputar dengan cepat, UMKM dan pelaku seni budaya lokal harus bangkit dan ter berdayakan, “tutup Rendi. (Atr)








