Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi · 20 Mei 2026 17:09 WITA

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual


Tempat penjualan sapi kurban di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong. (Istimewa) Perbesar

Tempat penjualan sapi kurban di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Sapi Bali masih menjadi pilihan utama pembeli hewan kurban di Tenggarong menjelang Iduladha. Di salah satu lapak kurban di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, sekitar 60–70 persen dari 150 ekor sapi yang disiapkan disebut sudah terjual.

Pemilik lapak, Saparuddin Pabonglean, mengatakan sapi Bali paling banyak diminati karena harganya lebih terjangkau dibanding jenis lain seperti limosin dan brangus.

“Mayoritas sapi Bali karena peminatnya paling banyak dan harganya lebih terjangkau. Ada juga limosin dan brangus, tetapi jumlahnya sedikit,” ujar Saparuddin, Selasa (19/5/2026).

Lapak hewan kurban tersebut berada di kawasan simpang empat Jalan Lais, AP Mangkunegoro, dan Adji Masnandai, tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara. Saparuddin mengaku sudah rutin membuka lapak di lokasi itu setiap musim Iduladha selama tujuh tahun terakhir.

Tahun ini, ia menyiapkan sekitar 150 ekor sapi dengan harga bervariasi mulai Rp16 juta hingga Rp40 juta. Selain sapi, lapak tersebut juga menyediakan sekitar 35 ekor kambing etawa dan domba dengan harga Rp4 juta hingga Rp9 juta.

Hewan kurban yang dijual didatangkan dari sejumlah daerah, terutama Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Sebagian lainnya berasal dari peternak lokal yang bekerja sama dengannya di wilayah Kukar.

Menurut Saparuddin, kerja sama dengan warga lokal sudah berlangsung cukup lama. Sejumlah warga di Rapak Lambur, Jahab, Bukit Biru, hingga Spontan ikut memelihara sapi sebelum dijual saat musim kurban.

Meski kondisi ekonomi masyarakat disebut belum sepenuhnya stabil, minat pembeli dinilai tetap tinggi. Hingga sepekan menjelang Iduladha, penjualan sapi telah mencapai lebih dari setengah stok yang tersedia.

“Kurang lebih sudah terjual sekitar 60 sampai 70 persen. Biasanya mendekati hari raya masih terus bertambah,” katanya.

Pembeli tidak hanya berasal dari Tenggarong. Saparuddin menyebut ada pembeli dari sejumlah kecamatan lain, seperti Kembang Janggut dan Marangkayu. Bahkan, beberapa pelanggan dari Samarinda sudah melakukan pemesanan lebih awal.

Untuk memudahkan pembeli, lapak tersebut juga menyediakan layanan antar hewan kurban ke lokasi tujuan. Namun, pengiriman ke wilayah yang cukup jauh dikenakan biaya tambahan.

Saparuddin berharap penjualan hewan kurban tahun ini tetap berjalan baik meski harga kebutuhan pokok dan biaya operasional ikut meningkat. Ia menilai semangat masyarakat untuk berkurban masih tetap terjaga, termasuk melalui sistem patungan.

“Harapan kami tahun ini penjualan lebih baik. Walaupun kondisi ekonomi sedang sulit, mudah-mudahan masyarakat tetap bisa berkurban, minimal dengan sistem patungan,” pungkasnya. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hetifah Mendengar Aspirasi Orang Tua Sekolah Rakyat Samarinda: Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas

15 Oktober 2026 - 08:18 WITA

Luka Bakar Lebih dari 75 Persen, Ustaz Hamri Nor Meninggal Setelah Dirawat di ICU

14 Oktober 2026 - 21:39 WITA

Jelang Porprov Kaltim, Dispora Kukar Matangkan Persiapan Atlet dan Fasilitas Latihan

14 Oktober 2026 - 20:32 WITA

HUT ke-61 Bankaltimtara, Bupati Kukar Harap Dividen Meningkat dan Layanan Makin Luas

14 Oktober 2026 - 17:14 WITA

Dua Anak Tewas dalam Kebakaran Jalan Delta Tenggarong, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

Kenangan Terakhir Dua Bocah Korban Kebakaran Jalan Delta Tenggarong, Rajin Mengaji dan Ingin Segera Disunat

14 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Trending di Peristiwa