Menu

Mode Gelap

Food & Travel · 6 Agu 2026 15:09 WITA

Savana Musiman di Danau Semayang Kembali Muncul, Wisatawan Berburu Sunset


Hamparan daratan mulai muncul di Danau Semayang, Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, seiring menyusutnya muka air. (Istimewa/Humas Pokdarwis Desa Pela) Perbesar

Hamparan daratan mulai muncul di Danau Semayang, Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, seiring menyusutnya muka air. (Istimewa/Humas Pokdarwis Desa Pela)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Savana musiman di Danau Semayang kembali terlihat seiring menyusutnya muka air di kawasan Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar).

Menurut Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 3B Desa Pela, hamparan daratan berumput tersebut mulai dikunjungi wisatawan dalam lima hari terakhir. Sebelumnya, permukaannya masih berlumpur dan sempat kembali terendam akibat kenaikan muka air.

Ketua Pokdarwis 3B Desa Pela, Alimin, mengatakan area yang muncul tahun ini belum seluas musim sebelumnya. Hamparan tersebut masih berpotensi meluas apabila muka air kembali menyusut.

“Padang savana itu mulai muncul lagi sekarang dan sudah banyak orang yang datang ke sana. Luasannya memang belum sebesar tahun sebelumnya, tetapi masih berpotensi bertambah luas,” ujar Alimin.

Daratan yang sebelumnya terendam itu membentuk sejumlah hamparan menyerupai pulau kecil di tengah danau. Pemandangan tersebut menarik wisatawan untuk menikmati matahari terbenam serta mengambil foto dan video dari udara.

Menurut Alimin, pengunjung biasanya mulai berdatangan pada sore hari.

“Biasanya pengunjung mulai ramai sekitar pukul 16.00 menjelang matahari terbenam. Banyak yang datang untuk menikmati sunset dan mengambil foto, terutama menggunakan drone,” katanya.

Alimin menyebut kemunculan savana musiman turut meningkatkan permintaan jasa transportasi air milik warga. Wisatawan yang menghubungi Pokdarwis akan diarahkan kepada penyedia perahu sesuai titik keberangkatan dan rute yang dipilih.

Ia menyebut kisaran biaya perjalanan pulang-pergi menggunakan longboat dari Kota Bangun sekitar Rp600 ribu. Sementara perjalanan dari Liang Ulu berkisar Rp500 ribu.

Adapun perjalanan menggunakan perahu berukuran lebih kecil disebut berkisar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. Besaran tersebut merupakan kisaran yang disampaikan Alimin. Wisatawan dapat mengonfirmasi kembali tarif, kapasitas perahu, dan rute kepada penyedia jasa sebelum keberangkatan.

Menurut Alimin, perjalanan dapat dirangkai dengan kegiatan susur sungai, edukasi mengenai pesut Mahakam, dan kunjungan ke Danau Semayang. Paket edukasi tersebut tidak berarti wisatawan selalu dapat melihat pesut karena satwa itu hidup di alam liar.

Wisatawan juga dapat menggunakan papan dayung atau paddle board di kawasan danau. Alimin menyebut tarif sewanya Rp25 ribu untuk 30 menit dan Rp50 ribu untuk satu jam.

Alimin menjelaskan daratan di kawasan tersebut sebenarnya mulai terlihat lebih awal. Namun, kondisinya masih berlumpur sehingga belum dapat dikunjungi. Kenaikan muka air juga sempat membuat area itu kembali terendam.

“Kini air kembali surut sehingga kawasan savana mulai menghijau dan sudah bisa dikunjungi. Biasanya puncak kunjungan terjadi pada pertengahan Agustus,” ujarnya.

Selain savana musiman dan panorama matahari terbenam, wisata edukasi pesut Mahakam menjadi salah satu daya tarik Desa Pela. Alimin menyebut minat terhadap kegiatan tersebut turut mendorong kunjungan wisata sepanjang tahun.

“Kalau melihat dari Januari sampai sekarang, kunjungan wisata memang meningkat. Bukan hanya karena padang savana, tetapi juga karena banyak wisatawan yang ingin mengenal pesut. Pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Jakarta, dan daerah lainnya,” pungkasnya. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

50 Meter Jalan Poros Desa Batuq Ambruk, Akses Utama Warga Terputus

6 Agustus 2026 - 14:59 WITA

jalan poros Desa Batuq ambruk

Polisi Geledah Rumah di Tenggarong, Laptop dan Dua Map Dibawa

6 Agustus 2026 - 00:34 WITA

penggeledahan rumah di Tenggarong

Kukar Perjuangkan Dana Kurang Bayar Rp2,4 Triliun ke Kemenkeu

5 Agustus 2026 - 19:35 WITA

dana kurang bayar Kukar

Datang ke Samarinda untuk Menikah, Pria Asal Pontianak Ditangkap Bawa 1 Kg Sabu

5 Agustus 2026 - 19:24 WITA

BNNP Kaltim ungkap sabu 1 kg

Dispensasi Nikah di Kukar Turun 46 Persen, Kehamilan di Luar Nikah Jadi Alasan Terbanyak

5 Agustus 2026 - 16:12 WITA

dispensasi nikah di Kukar

PHK di Kukar Capai 2.496 Orang hingga Juli 2026, Tambang Batu Bara Mendominasi

4 Agustus 2026 - 20:53 WITA

PHK di Kukar 2026
Trending di Ekonomi