okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di tahun 2023, bakal merehabilitasi 12 jembatan yang ada di Kukar. Adapun total anggaran yang disediakan sebesar Rp 68 miliar.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Restu Irawan. Dijelaskannya bakal ada lima jembatan yang bakal dibangun dan tujuh jembatan yang bakal direhabilitasi.
Rehabilitasi ketujuh jembatan itu meliputi Jembatan Kutai Kartanegara antara Tenggarong dan Tenggarong Seberang. Nantinya jembatan tersebut bakal dipasang sistem keamanan Bernama Structural Health Monitoring System (SHMS). Dengan adanya pemasangan itu bakal memudahkan Dinas PU sebab tidak perlu melakukan pengujian statis dan dinamis pada sturuktur jembatan secara manual.
SHMS mampu mengontrol dan memonitor seluruh badan jembatan melalui manajemen elektronik.”Untuk biaya pemasangan alat tersebut, Pemkab Kukar telah menyediakan dana Rp 9 miliar,” kata Restu, Rabu (19/7/2023).
Selanjutnya rehabilitasi jembatan di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, dengan bentang 10 meter akan menelan biaya Rp 3 miliar. Selanjutnya, jembatan dengan bentang 15 meter di Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman. Biaya yang disiapkan sebesar Rp 2,5 miliar.
Kemudian dilanjutksn dengan perbaikan Jembatan Sambera dengan bentang 60 meter di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, biayanya sebesar Rp 13 miliar. Kemudian jembatan dengan bentang 10 meter di Kampung Jawi-Jawi, Muara Badak dengan biaya Rp 1,4 miliar.
Selain itu, perbaikan jembatan juga akan dilaksanakan di Desa Kersik, Marangkayu, dengan bentang 60 meter dan biaya sebesar Rp 1,4 miliar. Terakhir, rehabilitasi jembatan di Jonggon Kampung, Loa Kulu, dengan bentang 60 meter dan biaya Rp 2,5 miliar.
Disebutkan Restu, jembatan yang diperbaiki kondisinya sudah sangat memprihatinkan sehingga perlu direnovasi. “Sebagian jembatan yang menerima perbaikan bisa dikatakan tidak layak digunakan,” ungkapnya.
Sedangkan lima jembatan baru tersebar di empat kecamatan, yakni pembangunan jembatan di Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis dengan panjang 15 meter, biayanya mencapai Rp 6,2 miliar. Kemudian, pembangunan Jembatan Keliran Dua, Kecamatan Kenohan, dengan bentang 30 meter dan biaya Rp 13 miliar. Selanjutnya jembatan Teluk Bingkai, Kenohan dengan bentang 30 meter dan pagu anggaran sekitar Rp 12 miliar.
Berikutnya, pembangunan jembatan sepanjang 10 meter dengan biaya Rp 1,9 miliar di Jalan Tahir, Kecamatan Samboja. Dan terakhir yakni jembatan Massaping, Loa Janan yang membentang 10 meter ini menelan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar.
“Total biaya pembangunan jembatan baru di Kukar mencapai Rp 35 miliar,” tutupnya. (adv/prokomkukar)








