Menu

Mode Gelap

Advertorial · 27 Nov 2023 08:15 WITA

Stunting di Kukar Lebih Tinggi dari Nasional, Penyebab dan Solusinya


Stunting di Kukar Lebih Tinggi dari Nasional, Penyebab dan Solusinya Perbesar

DP3A KUKAR

TENGGARONG – Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat kurang gizi. Stunting dapat berdampak negatif pada kesehatan, kecerdasan, emosi, dan sosial anak. Stunting juga dapat mengancam pembangunan karena mengurangi kualitas sumber daya manusia.

Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi masalah stunting yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Kukar pada tahun 2022 sebesar 27,1 persen, sedangkan rata-rata nasional hanya 25,2 persen.

Pemerintah kabupaten telah melakukan berbagai upaya untuk menangani stunting dengan melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait. Namun, upaya tersebut belum maksimal karena masih ada faktor-faktor lain yang berpengaruh pada stunting.

Salah satu faktor yang krusial adalah perilaku masyarakat. Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno, mengatakan bahwa perilaku masyarakat perlu diperbaiki untuk menurunkan stunting.

“Persoalannya memang banyak faktor yang menyebabkannya dan kita menguraikan dari faktor-faktor tersebut, ketika masyarakat kita juga ada dalam konteks penanganan stunting itu ada kondisi ekonomi yang tidak punya kapasitas untuk meningkatkan keluarganya tapi ada juga dari faktor perilaku,” ujar Hero, Rabu (22/11/2023).

Perilaku masyarakat yang tidak sehat antara lain tidak memberikan ASI eksklusif, tidak memberikan makanan pendamping ASI, tidak memberikan imunisasi, tidak menjaga kebersihan, dan tidak mengikuti program keluarga berencana.

Hero mengungkapkan bahwa DP3A Kukar terus berkoordinasi dengan OPD lain dan berbagai pihak untuk memberikan sosialisasi, edukasi, dan bantuan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Hero juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan proaktif dalam mengatasi stunting. Ia berharap, dengan adanya perbaikan perilaku masyarakat, stunting di Kukar dapat ditekan.

“Kita harus bersama-sama mengatasi stunting ini, karena stunting ini bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah pembangunan. Anak-anak yang stunting akan mengalami gangguan kognitif, emosional, dan sosial, yang akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan,” tutupnya.(Adv)

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkiland Fest 2025 Gaungkan Musik Tingkilan ke Panggung Nasional

24 November 2025 - 11:38 WITA

Tingkiland Fest 2025

Bupati Aulia Pimpin Upacara HGN ke-80, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Sejahterakan Guru

24 November 2025 - 11:34 WITA

Bupati Aulia pimpin upacara HGN ke-80

Dispar Kukar Sukses Gelar Enam Event Ekraf Sepanjang 2025

22 November 2025 - 14:45 WITA

event Ekraf Kukar

Taman Tanjong Jadi Pusat Hiburan Modern dalam Rancangan Ekraf 2026

22 November 2025 - 14:44 WITA

Taman Tanjong

Beasiswa ASN Kukar Diperluas, Fokus pada Kenaikan Jenjang Pendidikan

22 November 2025 - 14:42 WITA

beasiswa ASN Kukar

Ribuan Pekerja Sektor Riil Kukar Masuk Program Perlindungan Baru

22 November 2025 - 14:40 WITA

perlindungan pekerja sektor riil Kukar
Trending di Advertorial