okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Setelah sepekan melakukan pencarian terhadap nelayan yang diduga hilang dimangsa oleh biaya di Sungai Bumbung, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) namun tak kunjung membuahkan hasil. Akhirnya Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan proses pencarian.
Adapun pencarian selama sepekan tersebut melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Samarinda, Ditpolairud Polda Kaltim, Polsek Anggana, Satpolairud Polres Kukar, Koramil 0908-03 Anggana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar dan para relawan tengah melakukan penyisiran sejauh 21 kilometer ke arah Ilir sungai. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Selama sepekan tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian tapi hasilnya nihil tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” kata Melkianus Kotta.
Untuk itu, hasil pertimbangan teknis dan evaluasi di lapangan, maka proses pencarian terhadap korban diusulkan untuk dihentikan. Dan Tim SAR juga telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban atas pengusulan pemberhentian pencarian korban.
“Selanjutnya operasi SAR selesai dan diusulkan ditutup. Kemudian tim SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkasnya.
Diinformasikan sebelumnya, Seorang nelayan bernama Aspiansyah (41) asal Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) diduga hilang diterkam buaya di perairan Sungai Bumbung, Pada Rabu (15/2/2023). Dugaan hilangnya korban akibat terkaman buaya tersebut berdasarkan keterangan saksi yang juga selaku rekan korban, Toni. (atr/ob1/ef)








