okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyebutkan angka kasus kekerasan di Kukar terus mengalami kenaikan. Tercatat berdasarkan data yang dimiliki oleh DP3A Kukar sejak dari bulan Januari hingga Oktober 2023 berjumlah 130 kasus.
Kasus tersebut terdiri dari anak-anak dan perempuan. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHKP2KH) Marhaini kepada awak media beberapa waktu yang lalu.
Marhaini mengatakan tingginya kasus kekerasan terhadap anak dilatarbelakangi oleh faktor lingkungan. Selain itu juga ada faktor ekonomi. Menurutnya , kekerasan sering terjadi di daerah kawasan yang banyak memiliki perusahaan.
“Faktor ekonomi memang rentan terhadap tingginya kasus kekerasan terhadap anak,” ujarnya
Maka dari itu, Marhaini menegaskan DP3A terus mendorong penurunan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kukar. Dengan melakukan sosialiasi di beberapa tempat di kecamatan yang ada di sekolah.
“ Kami saat ini gencar melakukan sosialisasi di tingkat sekolah mulai dari SMP hingga SMA,” ucap Marhaini.
Sosialisasi tersebut mencakup tiga point utama yaitu, kekerasan, bullying dan seksual. Ia menambahkan saat ini telah ada lima kecamatan yang telah dilakukan sosialisasi.
“Dalam sosialisasi tersebut juga kami hadirkan kedua orang tua mereka, jadi mereka juga bisa sama-sama memahami satu sama lain,” tutupnya. (adv/dp3akukar/atr)








