Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid (angga/okeborneo.com)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA-Dalam beberapa bulan belakangan terlihat di sekitaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya Kota Raja Tenggarong mengalamai antrean yang cukup panjang.
Dampak dari antrean yang sering terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar pun menduga adanya kelangkaan BBM bersubsidi.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Dprd Kukar, Abdul Rasid belum lama ini. Ia mengatakan, kelangkaan bahan bakar ini bisa menjadi polemik bagi masyarakat. Mengingat kebutuhan BBM ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
“Permasalahan ini jangan sampai berkepanjangan, kelangkaan BBM ini berpotensi pada perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Rasid meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara terkhusus kepada organisasi perangkat daerah (opd) terkait untuk dapat mengkroscek kembali apa yang menjadi penyebab kelangkaan BBM
“Saya harap OPD bisa berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengetahui akar permasalahan ini”terangnya.
Dengan terganggunya suplai BBM otomati berdampak langsung terhadap mobilitas barang dan jasa. Selain itu juga berdampak pada kenaikan pasokan sembako. Khususnya wilayah hulu Kukar yang letaknya sangat jauh dari Tenggarong.
“Sembako kalau sudah naik , itu sulit lagi untuk menurunkannya. Maka dari itu, saya harap ini bisa menjadi atensi utama,” pungkas Rasid. (adv/dprdkukar/atr)








