Menu

Mode Gelap

DP3A Kutai Kartanegara · 10 Jul 2024 15:11 WITA

UPT P2TP2A Gelar Rakor Dengan Sejumlah OPD dan Polsek Tenggarong Untuk Bahas Kasus Penelantaran Anak


Teks foto : Kepala UPT P2TP2A, Farida (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Teks foto : Kepala UPT P2TP2A, Farida (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui Unit Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kukar melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) terkait penanganan kasus penelantaran anak.

 

Kasus penelantaran anak ini terjadinya di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar. Maka dari itu, pihaknya gerak cepat untuk memastikan kondisi anak tersebut dalam kondisi baik. Dan langsung segera melaksanakan rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), diantaranya Dinsos, Disdikbud, Polsek Tenggarong dan pihak sekolah korban.

 

Kepala UPT P2TP2A Kukar, Farida mengatakan kedua anak yang ditelantarkan oleh ayah kandungnya itu sering kali mendapatkan kekerasan fisik dan verbal sehingga mempengaruhi psikologi mereka.

 

Ia menyebutkan kejadian ini disebabkan karena pola asuh yang salah dimana anak-anak ini disuruh ayah kandungnya untuk merawat adiknya paling kecil.

 

“Lama sudah kami menangani kasus ini, tetapi kedua orang tua saling melempar tanggung jawab. Sang anak ingin ke jawa, tapi ibu tidak mengurusnya, ” ujar Farida.

 

Untuk itu, pihaknya mengambil kesimpulan agar penanganan ini perlu dirapatkan. Dan sementara mereka akan diletakkan di panti sosial, itu adalah keinginan korban. Karena pihaknya harus memerhatikan hak anak. Pertemuan hari ini untuk memastikan nasib mereka.

 

Farida menyebutkan kejadian ini sering terjadi karena faktor ekonomi yang menyebabkan kebutuhan anak tidak terpenuhi. Faktor ekonomi dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan anak-anak. Ketika keluarga mengalami kesulitan ekonomi, ini dapat mengakibatkan berbagai masalah.

 

“Ekonomi selalu menjadi permasalahan, mayoritas kekerasan maupun penelantaran disebabkan karena faktor ekonomi, ” pungkas Farida. (adv/dp3akukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DP3A Kukar Gelar Jambore Anak sebagai Apresiasi dan Persiapan Agen Perubahan Masa Depan

28 Oktober 2024 - 13:24 WITA

DP3A Yakin Bisa Wujudkan Pembangunan Berbasis Data Gender dan Anak di Kukar

28 Oktober 2024 - 11:58 WITA

DP3A Kukar Gelar Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak untuk Wujudkan Pembangunan Responsif Gender

28 Oktober 2024 - 11:57 WITA

DP3A Kukar Gelar Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak Tahun 2024

28 Oktober 2024 - 11:55 WITA

DP3A Kukar Gelar Program Pencegahan Kekerasan, Penelantaran, dan Eksploitasi Anak

26 Oktober 2024 - 15:12 WITA

DP3A Kukar Perkuat Jaringan Desa untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

26 Oktober 2024 - 15:01 WITA

Trending di DP3A Kutai Kartanegara