okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) memberikan dukungan program pengembangan kakao di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu. Dukungan tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan alat pengolahan biji kakao dan alat sangrai kepada petani atau kelompok tani di desa tersebut.
Bantuan alat pengolahan biji kakao dan alat sangrai bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk kakao mereka. Alat pengolahan biji kakao akan membantu dalam proses pemisahan biji dari buah kakao dan pengeringan biji, sedangkan alat sangrai akan digunakan untuk proses pemanggangan biji kakao.
Selain dukungan dari Pemkab Kukar melalui Disbun, pengembangan kakao di Desa Lung Anai juga mendapatkan dorongan dari PT Multi Harapan Utama (MHU) dan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). PT MHU mungkin memberikan dukungan berupa pengetahuan teknis, pelatihan, atau bantuan finansial kepada petani kakao. Sedangkan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) kemungkinan terlibat dalam memberikan penelitian atau pengetahuan akademik terkait pengembangan kakao kepada petani dan membantu meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola kebun kakao mereka.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik melalui Kabid Produksi, Subagio, mengungkapkan rencana pengembangan coklat khas Lung Anai ini akan terus didorong hingga menjadi produk unggulan asal Lung Anai. Hal ini terbukti dengan bantuan-bantuan yang diserahkan.
“Belum lama ini kita telah bantu proses pengembangan dengan bantuan bibit, pupuk maupun pestisida. Alhamdulillah pihak PT. MHU membuat semacam produk unggulan untuk kakao ini. Tetapi belum ditetapkan antara permen coklat atau coklat bubuk, kami serahkan ke mereka,” ujar Subagio,
Selanjutnya, Disbun Kukar juga alan berikan bantuan dua unit alat pengolah dan dua unit bak fermentasi. Dalam pengembangan kakao ini, Pemkab Kukar akab menjadikan Desa Lung Anai sebagai lokusnya. Meski di Desa Jonggon Jaya dan Sungai Payang juga mengembangkan kakao.
“Untuk itu, kami arahkan agar memusatkan rumah produksinya di Lung Anai. Kita memanfaatkan bangunan bekas sekretariat forum untuk rumah produksi kakao. Dan bantuan dari PT. MHU berupa bak fermentasi dan bantuan pengering yang menggunakan UV,” sebutnya.
Dikatakan Subagio, bahwa pengembangan kakao yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Lung Anai dengan dibantu akademis dan dunia perusahaan. Diharapkan potensi pasar dapat terbangun setelah kakao ini dikembangkan menjadi sebuah produk. Dan menjadi produk unggulan Desa Lung Anai, dan Kukar.
“Nantinya PT MHU akan membantu sampai pemasarannya. Kita harapkan kolaborasi ini nanti akan menghasilkan produk unggulan desa. Karena setiap desa di Kukar ini punya produk unggulan,” tutupnya. (adv/diskominfo/atr/ob1/ef)








