okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Festival Kampong Kuliner Tradisional V di Gang 7, RT 6, Kelurahan Baru, Tenggarong resmi dibuka dan akan berlangsung selama sepekan yakni mulai tanggal 18 hingga 24 November 2024 mendatang. Festival yang dibuka langsung oleh Camat Tenggarong, Sukono pada Senin (18/11/2024) malam tadi itu berlangsung meriah, dengan kehadiran banyak warga yang memenuhi area festival. Tenda-tenda makanan yang menawarkan berbagai kudapan khas Kutai menjadi daya tarik utama, memikat pengunjung dari berbagai kalangan.
“Melalui acara ini, kita tidak hanya melestarikan kuliner khas daerah, tetapi juga menghidupkan UMKM di lingkungan ini. Saya bangga melihat bagaimana acara ini melibatkan seluruh warga dan terus berkembang dari tahun ke tahun,” ujar Sukono.
Sementara itu, Lurah Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha juga turut menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga Gang 7 pada festival yang rutin digelar setiap tahunnya itu. “Alhamdulillah, kegiatan tahun ini adalah yang kelima, meskipun sederhana, tetap berlangsung khidmat dan meriah. Ini menunjukkan kebahagiaan bersama warga Gang 7 RT 6 Kelurahan Baru,” ucapnya.
Festival ini juga menjadi momentum syukuran atas rampungnya proyek pembangunan jalan baru di gang tersebut yang kini diberi nama Jalan Delta. Jalan ini dilengkapi dengan sistem pengendalian banjir yang sebelumnya menjadi persoalan di wilayah tersebut. “Kegiatan ini adalah bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dan juga upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan di lingkungan sekitar,” tambah Bayu.
Di sepanjang festival, sekitar 20 tenda kuliner hadir menyajikan beragam makanan dan minuman. “Dari makanan ringan hingga yang agak berat, semuanya tersedia di sini. Bisa dilihat dari ujung ke ujung,” ujar Bayu. Tidak hanya sekadar menikmati kuliner, acara ini juga menjadi sarana bagi warga untuk saling mengenal dan mempererat hubungan sosial.
Bayu juga berharap festival ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain. “Kami dari pemerintah kelurahan terus mendukung kegiatan seperti ini, tidak hanya di sini, tapi juga di lingkungan lainnya. Semoga daerah lain bisa menjadikan ini contoh untuk merajut kebersamaan,” harapnya.
Kegiatan tahun ini terasa lebih istimewa karena menjadi festival pertama yang bebas dari pembatasan pandemi COVID-19. Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pariwisata, terus konsisten mendukung acara ini. “Harapannya, ke depan ada bantuan yang lebih besar sehingga kegiatan ini dapat terus berkembang,” pungkas Bayu. (adv/diskominfokukar/rl/ob1/ef)








