okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), semakin dikenal sebagai pusat pertanian hidroponik di Kalimantan Timur. Inovasi pertanian yang terus berkembang di kawasan ini, membuat Samboja Barat berhasil memenuhi sebagian besar kebutuhan sayuran segar di pasar-pasar tradisional dan ritel di Balikpapan.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menyebutkan bahwa sekitar 80% pasokan sayuran segar di Balikpapan berasal dari hasil pertanian hidroponik di wilayahnya. “Ini pencapaian besar bagi kami. Pertanian hidroponik tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kualitas produk yang lebih baik,” ungkapnya, Selasa (19/11/2024).
Berbagai jenis sayuran seperti selada, tomat, dan timun menjadi produk andalan dari wilayah ini. Dengan metode hidroponik, para petani mampu mengontrol proses budidaya secara optimal sehingga menghasilkan produk berkualitas tinggi meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
Efisiensi penggunaan lahan dan air menjadi keunggulan utama dari sistem hidroponik yang diterapkan di Samboja Barat. Teknologi ini memungkinkan petani lokal untuk terus berproduksi secara berkelanjutan, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan di Kalimantan Timur.
Pemerintah kecamatan pun aktif mendukung pengembangan sektor ini. Menurut Burhanuddin, pihaknya tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk memperluas kapasitas produksi dan memperluas pasar. “Kami ingin hasil dari Samboja Barat dikenal tidak hanya di Balikpapan, tetapi juga di daerah lain di Indonesia,” tambahnya.
Selain meningkatkan produksi, Samboja Barat juga menjadi pelopor dalam mengedukasi petani tentang pentingnya inovasi teknologi pertanian. Melalui pelatihan rutin dan pendampingan, pemerintah kecamatan berharap semakin banyak petani yang beralih ke metode hidroponik.
Kecamatan ini juga berupaya meningkatkan daya saing produknya dengan memperkuat sistem distribusi dan kemitraan dengan pasar modern. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Dengan terus mendorong inovasi dan keberlanjutan, Samboja Barat membuktikan bahwa teknologi pertanian dapat menjadi solusi utama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Keberhasilan ini menjadikan Samboja Barat sebagai inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri dan berkelanjutan. (adv/diskominfokukar/rl/ob1/ef)








