Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 15 Nov 2024 17:31 WITA

Dinas Kesehatan Kukar Gencarkan Program PMT untuk Cegah Stunting


Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar. (Rizka/Okeborneo) Perbesar

Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar. (Rizka/Okeborneo)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kesehatan Kukar terus fokus menangani masalah stunting, gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Stunting, yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya, membutuhkan intervensi serius untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kecerdasan anak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menjelaskan bahwa berbagai langkah telah diambil untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di wilayah yang rentan.

“Melalui program ini, kami memberikan makanan bergizi dengan formula khusus yang telah terbukti memberikan dampak besar pada perkembangan anak,” ujarnya pada Jumat (15/11/2024).

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan tren positif penurunan angka stunting di Kukar. Pada 2016, angka stunting mencapai 36,1 persen, lalu turun menjadi 30,9 persen pada 2017. Meski sempat naik menjadi 32,3 persen pada 2018, angka tersebut turun signifikan menjadi 26,4 persen pada 2021 dan 17,6 persen pada 2023.

Namun, tantangan masih ada. Pada 2022, angka stunting sempat meningkat menjadi 27,1 persen sebelum kembali menurun. Pemkab Kukar kini menargetkan angka stunting berada di bawah 14 persen pada 2024, sejalan dengan upaya nasional untuk menekan prevalensi stunting.

Kusnandar menekankan pentingnya kerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperluas cakupan penanganan. Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu memastikan program berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kami terus bersinergi dengan OPD terkait untuk memastikan penanganan yang lebih luas dan efektif,” jelas Kusnandar.

Selain intervensi langsung melalui PMT, edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci. Banyak keluarga belum menyadari pentingnya gizi yang cukup selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak. Hal ini menjadi fokus pemerintah agar masyarakat lebih peduli terhadap pola makan sehat dan bergizi.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkab Kukar optimis dapat mencapai target penurunan stunting pada 2024. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kukar, tetapi juga menjadi model bagi daerah lain dalam menangani masalah stunting. (adv/diskominfokukar/rl/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mewujudkan Pers Berkualitas dan Berintegritas, SMSI Kukar Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Pra UKW

23 Agustus 2025 - 18:25 WITA

Terima Aspirasi Mahasiswa, Wabup Kukar Janji Lunasi Kekurangan Anggaran Beasiswa di Perubahan APBD

14 Agustus 2025 - 14:55 WITA

Tabang Lakukan Penyesuaian Anggaran, Pastikan Program Prioritas Tetap Berjalan

13 Agustus 2025 - 18:08 WITA

Muara Jawa Fokus Relokasi Kantor Camat dan Perbaikan Akses Jalan pada 2025

13 Agustus 2025 - 17:59 WITA

Muara Jawa Genjot Infrastruktur untuk Buka Akses dan Dongkrak Potensi Pesisir

13 Agustus 2025 - 17:49 WITA

Samboja Barat Kembangkan Kain Sasirangan, Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

13 Agustus 2025 - 17:48 WITA

Trending di Diskominfo Kutai Kartanegara