okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Program MGB (Makanan Gizi Balita) yang dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan asupan gizi tambahan kepada peserta didik serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dijadwalkan untuk dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, pelaksanaannya di Kukar mengalami penundaan.
Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Joko Sampurno, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum melakukan koordinasi dengan penyelenggara program MGB. Informasi mengenai pelaksanaan program ini baru diperoleh dari pihak sekolah.
“Beberapa sekolah sudah mengonfirmasi bahwa program ini ditunda hingga pekan depan,” tegas Joko, yang menyatakan bahwa hingga kini belum ada persiapan teknis lebih lanjut terkait pelaksanaan di lapangan.
Program MGB, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, direncanakan untuk mencakup beberapa sekolah di Kukar. Lokasi yang direncanakan untuk mendapatkan manfaat dari program ini antara lain SMPN 1 dan SMPN 2, SDN 001, 003, dan 018, serta empat Taman Kanak-Kanak di kawasan Tenggarong.
Menurut informasi yang diterima, program ini akan berlangsung dari Januari hingga Maret 2025 dengan target penerima manfaat sebanyak tiga juta orang di seluruh Indonesia. Program ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, ketika tim mengunjungi Posko Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berada di Jalan Enggang, Kelurahan Sukarame, Tenggarong – yang terdaftar di bawah naungan Yayasan Abata Madrasati Jannah – tidak ditemukan adanya persiapan atau dapur untuk penyaluran program MGB. (atr/ob1/ef)








