okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Proyek revitalisasi Pasar Tangga Arung yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) sejak 2023 kini memasuki tahap akhir. Gedung baru ini diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir 2025 atau awal 2026, dengan tambahan fasilitas ruang terbuka hijau yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fahtullah, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan ulang terhadap pedagang yang akan menempati lapak di pasar baru tersebut. Data yang digunakan merupakan hasil pendataan bersama akademisi serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Sampai saat ini, terdapat 703 pedagang yang terdata, dan angka ini menjadi dasar dalam penyediaan lapak oleh Dinas PU Kukar,” ujar Fahtullah, Rabu (12/2/2025).
Namun, karena data tersebut sudah berusia dua tahun, Disperindag berencana untuk melakukan pendaftaran ulang guna memastikan akurasi. Pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Tangga Arung serta rutin membayar retribusi kepada pemerintah akan diprioritaskan mendapatkan tempat di bangunan baru ini.
Selain itu, Fahtullah menegaskan bahwa masih ada tunggakan retribusi pedagang yang tercatat dalam laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan nilai mencapai Rp 11 miliar. Oleh karena itu, pedagang yang ingin mendapatkan lapak diwajibkan melunasi kewajiban retribusinya terlebih dahulu.
“Kami akan memastikan bahwa hanya pedagang yang memenuhi syarat, terutama dalam hal pembayaran retribusi, yang dapat menempati lapak di gedung baru ini,” tegasnya.(atr/ob1/ef)








