okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Upaya memperkuat aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan terus digencarkan di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun. Tahun 2025, pembangunan jembatan menuju kawasan wisata Tanjung Tamannoh di Danau Semayang kembali mendapat dukungan anggaran dari berbagai pihak, termasuk alokasi dana aspirasi dari DPRD Kukar.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Baumbai Bebudaya (B3), Alimin, menyampaikan bahwa dana sebesar Rp 200 juta telah diterima melalui kecamatan, dan kini digunakan untuk melanjutkan konstruksi jembatan penghubung yang menjadi akses utama menuju area wisata.
“Dana aspirasi itu kita terima tahun ini, nilainya Rp 200 juta. Disalurkan melalui kecamatan lalu diteruskan ke desa untuk kelanjutan pembangunan jembatan,” jelas Alimin, Sabtu (17/5/2025).
Dari total panjang sekitar 850 meter, hingga saat ini jembatan telah selesai dibangun sepanjang 700 meter. Sisanya, sepanjang 150 meter, ditargetkan rampung dalam waktu dekat untuk mempercepat konektivitas menuju titik wisata utama.
Tanjung Tamannoh sendiri merupakan spot ekowisata baru yang dikembangkan sebagai bagian dari penguatan identitas wisata alam dan budaya Desa Pela. Kawasan ini dirancang menjadi ikon baru di Danau Semayang, lengkap dengan fasilitas gazebo dan jalur tracking.
Selain bantuan dari DPRD, Pemerintah Desa Pela juga mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan lanjutan berupa jembatan kayu ulin sepanjang 30 meter. Struktur ini menjadi akses penghubung dari perkampungan menuju gazebo di tepi danau, dengan lebar dua meter guna menunjang kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
“Dana Desa tahun ini juga kami gunakan untuk melanjutkan jembatan dari ujung kampung ke arah area wisata. Targetnya bisa selesai dan langsung bisa dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan,” tegas Alimin.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)








