Menu

Mode Gelap

Advertorial · 19 Sep 2025 19:05 WITA

World Cleanup Day di Kukar, DLHK Targetkan Budaya Bersih Jadi Rutinitas ASN


Pegawai DLHK Kukar membersihkan halaman kantor dengan sapu dan karung sampah saat peringatan World Cleanup Day, Jumat (19/9/2025). (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Pegawai DLHK Kukar membersihkan halaman kantor dengan sapu dan karung sampah saat peringatan World Cleanup Day, Jumat (19/9/2025). (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Jumat pagi, 19 September 2025, halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar tak seperti biasanya. Puluhan aparatur sipil negara berkumpul dengan seragam kerja sederhana, membawa sapu, cangkul, hingga karung plastik hitam. Suara sapu yang bergesekan dengan tanah bercampur dengan obrolan ringan di antara mereka. Aksi itu bukan sekadar rutinitas, melainkan peringatan World Clean Day, gerakan global yang tahun ini digaungkan melalui surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, turun langsung memimpin jalannya kegiatan. Ia menegaskan, pelaksanaan aksi ini sejalan dengan tema “Indonesia Bersih 2029” yang diusung Kementerian. “Maka, pagi ini kami bersama-sama melaksanakan aksi bersih lingkungan di sekitar kantor,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Bagi Slamet, World Clean Day bukan hanya momentum seremonial. Ia menekankan pentingnya budaya bersih yang harus dimulai dari lingkup kecil. “Kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri, sulit mengajak masyarakat untuk peduli. Jadi ASN DLHK harus memberi contoh,” tambahnya. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu menunjukkan teladan dalam menjaga lingkungan agar pesan kebersihan sampai ke masyarakat luas.

Kegiatan bersih-bersih itu berlangsung penuh semangat. Beberapa pegawai terlihat menyapu bahu jalan dan halaman kantor, sementara lainnya membersihkan selokan yang mulai dipenuhi lumpur dan daun kering. Karung-karung plastik hitam secara bergantian diisi sampah plastik, botol, dan dedaunan. Meski diwarnai tawa dan canda, setiap peserta tetap serius menuntaskan pekerjaannya.

Di balik aksi sederhana itu, Kukar tengah menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah dan ketersediaan ruang terbuka hijau. Slamet menyebut, langkah kecil yang dilakukan pada hari itu adalah bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk mendorong perubahan perilaku. “Kita ingin gerakan ini berlanjut. Bukan hanya karena instruksi pusat, tapi jadi budaya sehari-hari,” katanya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumpulan sampah ke satu titik. Karung-karung penuh sampah ditumpuk rapi, menandai berakhirnya aksi bersih-bersih yang sederhana, tetapi sarat makna. Slamet menegaskan, langkah ini akan terus diperkuat agar visi Indonesia Bersih 2029 bukan hanya slogan, melainkan hasil nyata dari kerja kolektif pemerintah dan masyarakat. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akses Jalan Oloy Putus Akibat Longsor, Warga Muara Muntai dan Muara Wis Terdampak

25 Agustus 2026 - 13:26 WITA

Bankaltimtara Tegaskan Pinjaman Daerah Sesuai Aturan, Hormati Proses Hukum

24 Agustus 2026 - 17:09 WITA

HMI Kukar Soroti Pinjaman Rp820 Miliar, Desak Bankaltimtara Kawal Pengelolaan Keuangan Daerah

24 Agustus 2026 - 16:02 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Trending di Home