Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 15:46 WITA

Paving Blok dari Limbah Plastik Jadi Produk Unggulan Bank Sampah Sukamaju


Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, menunjukkan paving blok hasil olahan limbah plastik. Inovasi ini jadi solusi pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi warga. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, menunjukkan paving blok hasil olahan limbah plastik. Inovasi ini jadi solusi pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi warga. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Di sebuah rumah sederhana di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, tumpukan botol plastik, bungkus makanan, dan serpihan sampah kini punya makna baru. Di tangan Yayuk Sehati, Ketua Bank Sampah Sukamaju, semua limbah itu disulap menjadi paving blok dari limbah plastik—produk ramah lingkungan yang lahir dari keresahan dan kepedulian warga terhadap sampah.

Menurut Yayuk, gagasan ini bermula dari keprihatinan melihat tumpukan plastik yang sulit terurai di sekitar permukiman. Ia bersama warga kemudian mendirikan bank sampah sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan lingkungan.

“Awalnya kami hanya mengumpulkan dan menjual sampah ke pengepul. Tapi banyak plastik yang tidak laku, seperti bungkus makanan dan kemasan minuman,” kata Yayuk saat ditemui di lokasi pengolahan, Selasa (15/10/2025).

Melihat kondisi itu, Yayuk dan para pemuda desa mulai mencari solusi. Mereka menelusuri berbagai referensi hingga menemukan ide untuk mengolah plastik menjadi paving blok. Dengan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), timnya bereksperimen menciptakan formula yang tepat agar plastik dapat meleleh dan menyatu dengan material lain tanpa bahan kimia tambahan.

“Hasilnya luar biasa. Paving blok plastik ini kuat, tahan air, dan bisa menggunakan semua jenis plastik, bahkan yang sebelumnya tidak bernilai jual,” jelasnya.

Inovasi ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Produk paving blok dari limbah plastik kini banyak diminati karena harganya kompetitif dan terbukti lebih awet dari bahan konvensional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa jadi sumber rezeki. Kalau dikelola dengan benar, nilainya bisa sangat tinggi,” ujar Yayuk sambil tersenyum bangga.

Selain memproduksi paving blok, Bank Sampah Sukamaju juga menerapkan sistem tabungan sampah. Warga bisa menukar hasil pengumpulan sampah dengan uang tunai, kebutuhan pokok, atau saldo digital. Program ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak sekadar membuang sampah, tapi memahami nilainya. Lebih baik hidup dari sampah, daripada hidup menjadi sampah,” pungkasnya.

Kini, Bank Sampah Sukamaju menjadi contoh sukses pengelolaan limbah plastik berbasis masyarakat di Kutai Kartanegara. Inovasi Yayuk Sehati dan timnya membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah sederhana di tingkat desa. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Akses Jalan Oloy Putus Akibat Longsor, Warga Muara Muntai dan Muara Wis Terdampak

25 Agustus 2026 - 13:26 WITA

HMI Kukar Soroti Pinjaman Rp820 Miliar, Desak Bankaltimtara Kawal Pengelolaan Keuangan Daerah

24 Agustus 2026 - 16:02 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Trending di Home