SAMARINDA, okeborneo.com – Upaya menjaga pasokan dan harga pangan di Samarinda dilakukan lewat pemanfaatan sejumlah lahan jagung binaan Polresta Samarinda.
Sebagian tanaman jagung di beberapa wilayah hukum polsek jajaran mulai memasuki masa panen bertahap pada pertengahan Juni hingga September 2026. Hasil panen tersebut disiapkan untuk disalurkan ke Bulog sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kegiatan ketahanan pangan itu dilakukan bersama kelompok tani binaan di sejumlah wilayah. Program tersebut mencakup pemantauan tanaman, panen, penjualan hasil panen ke Bulog, hingga penanaman jagung untuk musim tanam berikutnya.

“Beragam tahapan kegiatan yang berlangsung pada hari ini mencakup empat poin utama, yakni panen jagung, penjualan hasil panen ke Bulog, penanaman jagung untuk musim tanam baru, serta pengecekan pertumbuhan tanaman jagung di beberapa lokasi,” jelas Hendri, Senin (15/6/2026).
Lahan jagung binaan itu tersebar di sejumlah wilayah. Di Polsek Sungai Kunjang, pemantauan dilakukan di lahan binaan Kelurahan Karang Asam Ilir. Tanaman jagung di lokasi tersebut tercatat memiliki tinggi sekitar 179 sentimeter dan diperkirakan memasuki masa panen pada akhir Juni 2026.
Di wilayah Polsek Samarinda Ulu, tanaman jagung berada di lahan CV Borneo Bagus Properti seluas 1 hektare. Tanaman yang berusia 25 hari itu diperkirakan dapat dipanen pada September 2026.
Sementara itu, Polsek Samarinda Kota memantau dua lokasi lahan jagung. Lokasi pertama memiliki luas 0,3 hektare dengan usia tanaman 3 bulan 21 hari dan diperkirakan panen pada pertengahan Juni 2026. Lokasi kedua berada di Kelurahan Sindang Sari dengan luas 0,5 hektare. Tanaman berusia 1 bulan itu ditargetkan panen pada akhir Agustus atau awal September 2026.
Di wilayah Polsek Samarinda Seberang, lahan jagung binaan seluas 1 hektare juga masuk dalam pemantauan. Tanaman berusia 62 hari itu diperkirakan panen pada pertengahan Agustus 2026.
Adapun di wilayah Polsek Palaran, pemantauan dilakukan di lahan seluas 0,2 hektare di Kelurahan Bantuas. Tanaman jagung di lokasi tersebut berusia 20 hari dan diproyeksikan panen pada September 2026.
Hendri menyampaikan apresiasi kepada personel polsek jajaran dan kelompok tani binaan yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, keterlibatan petani menjadi bagian penting agar pemanfaatan lahan produktif dapat berjalan berkelanjutan.
Ia mengatakan, hasil panen jagung didorong untuk disalurkan ke Bulog agar dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan pangan di Samarinda.
“Kegiatan monitoring seperti hari ini penting untuk memastikan masa tanam hingga panen berjalan optimal. Kami juga terus mendorong hasil panen untuk disalurkan ke Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Samarinda,” ujarnya.

Polresta Samarinda menyatakan program ketahanan pangan tersebut akan terus dilanjutkan pada periode berikutnya. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tanaman jagung di lahan binaan dapat tumbuh optimal hingga masa panen.
Melalui program ini, Polresta Samarinda berharap lahan-lahan produktif di wilayah polsek dan masyarakat binaan dapat ikut mendukung ketahanan pangan daerah, terutama melalui komoditas jagung yang hasilnya diarahkan masuk ke jalur distribusi Bulog. (pep/bby)








