okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Perangkat desa di Kutai Kartanegara (Kukar) yang belum bergelar sarjana berpeluang memperoleh dukungan biaya pendidikan dari pemerintah daerah. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum disertai kepastian mengenai kuota, jadwal pendaftaran, maupun mekanisme pemberian beasiswa.
Rencana itu berawal dari usulan perangkat desa kepada Pemerintah Kabupaten Kukar agar mereka yang masih berpendidikan di bawah strata satu (S1) dapat melanjutkan kuliah melalui Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pemerintah daerah menyambut positif usulan tersebut. Menurutnya, peningkatan pendidikan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Masih ada beberapa perangkat desa yang berpendidikan di bawah S1. Harapannya, melalui Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, mereka bisa difasilitasi untuk memperoleh gelar sarjana,” kata Aulia seusai menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur di Tenggarong, Senin (20/7/2026).
Aulia belum menyebutkan jumlah perangkat desa di Kukar yang belum menyelesaikan pendidikan S1. Pemerintah daerah, lanjut dia, akan terlebih dahulu menyelaraskan usulan tersebut dengan skema beasiswa yang sudah dijalankan.
“Kami menyambut baik usulan tersebut. Akan kami sinergikan dengan Program Kukar Idaman Terbaik yang memiliki skema beasiswa. Menurut hemat kami, tidak menutup kemungkinan program ini dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Menurut Aulia, peningkatan kompetensi perangkat desa penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat dalam menjalankan pelayanan administrasi dan mendukung pelaksanaan program pembangunan di tingkat desa.
“Kami selalu berkomitmen melalui Kukar Idaman Terbaik untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia, tidak terkecuali perangkat desa karena mereka merupakan kader-kader terbaik Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Jika rencana tersebut direalisasikan, Aulia menyebut penerimanya akan diarahkan kepada perangkat desa yang berstatus sebagai warga Kukar.
“Khusus mereka yang ber-KTP Kukar,” tegasnya.
Berdasarkan informasi dalam portal resmi Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, program tahun 2026 telah menyediakan kategori pendidikan S1 bagi warga beridentitas Kukar. Portal tersebut juga memuat skema khusus guru dan aparatur sipil negara, tetapi belum menampilkan kategori khusus bagi perangkat desa.
Pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026 dibuka pada 27 April dan ditutup pada 18 Juni 2026. Karena itu, belum diketahui apakah perangkat desa nantinya akan mengikuti kategori beasiswa umum yang telah tersedia atau memperoleh skema tersendiri pada periode berikutnya.
Pemkab Kukar juga belum mengumumkan bentuk bantuan yang akan diberikan, jenjang semester yang dapat mendaftar, perguruan tinggi tujuan, serta apakah beasiswa tersebut bersifat stimulan atau menanggung biaya pendidikan sampai selesai. Rincian tersebut masih menunggu pembahasan dan ketentuan teknis dari pemerintah daerah. (atr/bby)








