Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 13 Apr 2026 17:10 WITA

Isu “Duel” di Politik Kukar, PDIP: Kami Pilih Berlomba Layani Masyarakat


Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kukar, Andi Faisal. (angga/okeborneo.com) Perbesar

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kukar, Andi Faisal. (angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Isu “duel” dalam dinamika politik Kutai Kartanegara mulai mencuat ke ruang publik. Menanggapi hal itu, DPC PDI Perjuangan Kukar menegaskan tidak melihat politik sebagai arena permusuhan, melainkan kompetisi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sikap tersebut disampaikan menyusul beredarnya pernyataan seorang tokoh politik senior yang menyebut istilah “duel” dalam konteks hubungan dengan PDIP. Pernyataan itu memicu respons internal partai, sekaligus menjadi perhatian dalam situasi politik daerah yang mulai menghangat.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kukar, Andi Faisal, menyatakan pihaknya tetap menghormati pandangan yang berkembang, namun memiliki cara pandang berbeda dalam memaknai dinamika politik.

“Kalau yang dimaksud ‘duel’, maka bagi kami artinya adalah berlomba dalam membahagiakan masyarakat, bukan membesarkan partai,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan, partainya tidak menempatkan pihak lain sebagai lawan politik yang harus dihadapi secara konfrontatif. Menurutnya, kompetisi politik seharusnya diarahkan pada adu gagasan dan kinerja.

“Politik bagi kami bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling mampu memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang menurun, ia menyebut fokus partai saat ini lebih diarahkan pada pelayanan publik dibandingkan membangun rivalitas politik jangka panjang.

Pernyataan ini muncul di tengah dinamika politik Kukar yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan wilayah dan arah pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Situasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi peta politik ke depan, menjelang tahapan Pemilu berikutnya.

Meski demikian, PDIP Kukar mengajak seluruh pelaku politik untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari narasi yang berpotensi memicu polarisasi.

“Yang terpenting adalah bagaimana politik bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan memperbesar perbedaan,” tutupnya.

Dalam konteks yang lebih luas, perbedaan cara pandang dalam merespons dinamika politik menjadi bagian dari proses yang terus berkembang di daerah. Namun, arah kompetisi yang dibangun akan menentukan bagaimana politik dijalankan menjelang kontestasi mendatang. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pelantikan 58 Pejabat Kukar Dipercepat, Camat Diminta Gerak Cepat Tangani Karhutla dan Krisis Air

18 September 2026 - 19:39 WITA

Wujud Solidaritas Karhutla Eros Basketball Community Gelar Aksi Sosial di Simpang 4 Lembuswana

18 September 2026 - 19:02 WITA

Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Tenggarong Tembus 210,5, Warga Mulai Keluhkan Gangguan Pernapasan

18 September 2026 - 15:09 WITA

Jelang Erau 2026, Pemkab Kukar Pantau Kualitas Udara dan Siapkan Penyesuaian

18 September 2026 - 13:25 WITA

Kecelakaan di Jembatan Martadipura, Tiga Orang Jadi Korban

17 September 2026 - 15:20 WITA

Bupati Kukar Ancam Tindak Tegas Penimbun Masker di Tengah Kabut Asap

17 September 2026 - 15:17 WITA

Trending di Home