Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 15 Mei 2026 15:50 WITA

IPM Kaltim Capai 79,39, Tertinggi di Kalimantan dan Empat Besar Nasional


Mantan Anggota DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman, menilai capaian IPM Kaltim 2025 menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan IKN. (Istimewa) Perbesar

Mantan Anggota DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman, menilai capaian IPM Kaltim 2025 menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan IKN. (Istimewa)

okeborneo.com, SAMARINDA — Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kalimantan Timur tahun 2025 mencapai 79,39. Angka itu menempatkan Kaltim sebagai provinsi dengan IPM tertinggi di Kalimantan sekaligus masuk empat besar nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 24 April 2026, capaian IPM Kaltim berada di atas rata-rata nasional sebesar 75,90.

Secara nasional, posisi Kaltim berada setelah Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan DKI Jakarta. Capaian tersebut menunjukkan posisi Kaltim tetap berada di kelompok atas dalam pembangunan manusia di Indonesia.

Mantan Anggota DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman, menilai capaian tersebut menunjukkan pembangunan di Kalimantan Timur berjalan secara berkelanjutan.

“Pembangunan itu proses yang berkelanjutan. Ketika IPM Kaltim tetap mampu berada di posisi atas secara nasional, tentu ini menunjukkan adanya kesinambungan dan kerja pemerintah yang berjalan cukup baik,” ujarnya.

IPM sendiri mengukur kualitas pembangunan manusia melalui sejumlah indikator utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Pada sektor kesehatan, Umur Harapan Hidup masyarakat Kaltim tahun 2025 tercatat mencapai 75,28 tahun.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada pada 74,47 tahun.

Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah masyarakat Kaltim mencapai 14,04 tahun. Angka itu menjadi yang tertinggi di Kalimantan dan menunjukkan proyeksi lama pendidikan masyarakat hingga setara Diploma II.

Sementara dari sisi ekonomi, pengeluaran riil per kapita masyarakat Kaltim tercatat sebesar Rp14,25 juta per tahun. Capaian tersebut juga berada di atas rata-rata nasional sebesar Rp12,80 juta per tahun.

Zain menilai indikator tersebut menjadi modal penting bagi Kaltim dalam menghadapi perubahan kawasan, terutama dengan posisi daerah ini sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara.

Menurutnya, capaian IPM perlu terus dijaga dengan memperkuat pemerataan layanan dasar, peningkatan kualitas pendidikan, akses kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Capaian IPM 2025 menempatkan Kaltim pada posisi kuat dalam pembangunan manusia secara nasional. Namun, posisi tersebut tetap perlu diikuti pemerataan kualitas pembangunan antardaerah agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (pep/bby)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasus Asusila Anak di Kembang Janggut Dikembangkan, Polisi Dalami Dugaan Korban Lain

15 Mei 2026 - 19:13 WITA

kasus asusila anak Kembang Janggut

Dapur MBG Sangasanga Resmi Berjalan, Pemkab Kukar Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Lokal

15 Mei 2026 - 17:54 WITA

Dapur MBG Sangasanga

Gratispol Belum Mulus, Zain Taufik Sebut Tahun Pertama Jadi Masa Penyesuaian

15 Mei 2026 - 15:56 WITA

Gratispol

Gratispol Tetap Jalan, Pemprov Kaltim Salurkan Rp220,65 Miliar untuk 48.676 Mahasiswa

15 Mei 2026 - 15:41 WITA

Gratispol Pemprov Kaltim

Rusman Yaqub: IKN Jangan Hanya Mewah di Pusat, Daerah Penyangga Harus Diperkuat

15 Mei 2026 - 15:31 WITA

daerah penyangga IKN,

Akses Darat Mahakam Ulu Dikebut, Pemprov Kaltim Siapkan Rp49,8 Miliar

14 Mei 2026 - 23:45 WITA

Akses Darat Mahakam Ulu
Trending di Kalimantan Timur