okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan bus pengangkut karyawan tambang di jalur poros Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Rabu (27/5/2026).
Polisi menyebut kecelakaan terjadi di area tikungan saat sepeda motor diduga berpindah ke jalur kanan hingga berhadapan dengan bus dari arah berlawanan.
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kecelakaan melibatkan satu unit bus karyawan dan satu sepeda motor yang ditumpangi dua orang.
“Benar ada laka lantas di Tabang antara bus karyawan dengan pengendara roda dua yang berboncengan,” ujar Fandoli, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan hasil sementara penyelidikan, kecelakaan bermula saat pengendara sepeda motor melintas di jalur poros Desa Long Lalang. Saat berada di area tikungan, motor diduga berpindah ke jalur kanan.
Kondisi tersebut membuat sepeda motor berhadapan langsung dengan bus pengangkut karyawan tambang dari arah berlawanan.
“Pengemudi roda dua berpindah jalur ke sebelah kanan sehingga menyebabkan laka lantas,” kata Fandoli.
Akibat kejadian itu, pengendara dan penumpang sepeda motor mengalami luka berat. Keduanya sempat dievakuasi menggunakan ambulans menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, pengendara sepeda motor dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan. Sementara penumpang sepeda motor masih menjalani perawatan intensif.
“Pengemudi meninggal dunia saat di perjalanan menuju puskesmas terdekat. Sedangkan penumpang masih mendapatkan perawatan intensif,” lanjut Fandoli.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga setelah video kondisi kendaraan di lokasi kejadian beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, sepeda motor tampak mengalami kerusakan berat.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi kendaraan dan keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Fandoli mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan dan area tikungan.
Pengendara juga diminta mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, menjaga jarak aman, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta memperhatikan rambu lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati dalam mengemudi. Ada keluarga yang menunggu di rumah, utamakan keselamatan,” tutupnya. (atr/bby)








