okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran menghanguskan tujuh rumah di kawasan Jalan AM Sangaji dan Jalan Al-Jawahir, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Jumat dini hari, 17 Juli 2026.
Dua bangunan lain turut terdampak, termasuk bagian dapur sebuah toko perlengkapan bayi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi tujuh kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00 WITA setelah petugas melakukan pemadaman selama hampir satu jam. Sejumlah warga kembali ke lokasi pada pagi hari untuk mencari barang yang masih dapat diselamatkan dari puing bangunan.
Lurah Baru Bayu Ramanda Baninugraha mengatakan bangunan yang terbakar didominasi material kayu. Kondisi itu menyebabkan api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Tercatat ada tujuh rumah yang habis terbakar. Selain itu, dua bangunan lain turut terdampak, termasuk bagian dapur sebuah toko perlengkapan bayi,” kata Bayu.
Pemerintah kelurahan masih mendata jumlah warga terdampak, kerugian material, serta kebutuhan mendesak para korban.
Posko bantuan juga didirikan di sekitar lokasi untuk menerima dan menyalurkan bantuan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Bayu mengatakan perkiraan awal kerugian mencapai miliaran rupiah. Namun, angka tersebut masih menunggu pendataan lebih rinci karena beberapa bangunan juga digunakan sebagai tempat usaha dan menyimpan persediaan barang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara Fida Hurasani mengatakan sebanyak 10 unit armada dikerahkan dalam proses pemadaman.
Armada tersebut terdiri atas sembilan unit dari markas komando dan satu unit dari Pos Pattimura.
Menurut Fida, petugas memprioritaskan penyekatan api agar tidak menjalar lebih luas, terutama ke toko perlengkapan bayi yang berada di dekat lokasi kebakaran.
“Fokus kami saat itu melokalisasi api agar tidak meluas. Syukurnya sekitar satu jam kemudian kobaran berhasil dikendalikan,” ujar Fida.
Proses pemadaman juga menghadapi kendala suplai air karena kondisi sumber air sedang surut. Petugas kemudian mengatur penggunaan air dan melakukan penyekatan pada bangunan yang belum terbakar.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber awal api.
Pemerintah kelurahan mengimbau masyarakat yang ingin membantu agar menyalurkan bantuan melalui posko supaya pendistribusiannya sesuai dengan kebutuhan para korban. (atr/bby)








