Teks foto: Foto bersama setelah senam yoga (istimewa)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA-Minggu pagi di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Tenggarong, tak hanya diisi suasana olahraga seperti biasanya. Di tempat itu, gerakan tubuh mengalir mengikuti irama musik.
Peserta Inside Flow Spectacular bergerak dalam satu ritme. Tarikan dan hembusan napas berpadu dengan gerakan tubuh, mengikuti alunan musik yang menjadi bagian penting dalam latihan.
Kegiatan yang digelar komunitas Inside Flow Yoga Tenggarong pada Minggu (6/9/2026) itu menjadi ruang bagi para pecinta yoga untuk berlatih sekaligus mengenal lebih dekat salah satu variasi yoga yang mengandalkan musik sebagai panduan gerakan dan pernapasan.
Inside Flow Spectacular diselenggarakan Dio Fit n Fun Yoga Studio bersama Samahita.space. Salah satu agenda utamanya adalah Inside Flow Yoga Session yang menghadirkan Senior Teachers Indonesia, Martin Elianto dan Tasya Dante dari Martasya Yoga Bogor.
Bagi Tasya, kedatangan mereka ke Tenggarong bukan sekadar mengikuti sebuah kegiatan. Ada pengalaman yang ingin dibagikan kepada masyarakat di Kukar.
“Kami dari Martasya Yoga Bogor, saya Tasya dan juga Martin. Kami hadir ke sini untuk memeriahkan acara ini, sekaligus membagikan Inside Flow Yoga di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Tasya.
Inside Flow memiliki karakter yang berbeda dibandingkan sejumlah gaya yoga lainnya. Musik bukan sekadar pengiring. Alunan musik menjadi panduan bagi peserta untuk mengatur gerakan sekaligus pernapasan.
“Inside Flow menggunakan musik sebagai panduan untuk bergerak dan bernapas, yang berbeda dengan Hatha atau gaya yoga lainnya,” jelas Tasya.
Konsep itu pula yang membuat Inside Flow diharapkan dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang ingin mencoba bentuk latihan yoga dengan pendekatan berbeda.
Martin Elianto melihat perkembangan yoga di Tenggarong dan wilayah sekitarnya sebagai sesuatu yang patut terus didorong. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik berlatih, sekaligus menemukan variasi latihan yang sesuai dengan mereka.
“Harapan kami, di Kota Tenggarong dan sekitarnya, semoga yoga semakin banyak yang suka berlatih. Inside Flow Yoga khususnya juga bisa memberikan teman-teman lebih banyak variasi dalam berlatih yoga,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran pencinta yoga yang tidak hanya berasal dari Tenggarong dan wilayah Kukar. Peserta juga datang dari sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Berau, dan Balikpapan.
Bagi Martin, pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai satu kegiatan. Ia ingin ruang untuk berlatih dan berbagi seperti itu dapat kembali hadir di Tenggarong.
“Terima kasih untuk teman-teman semua di Kutai Kartanegara yang mendukung kami untuk datang ke sini dan nge-flow bareng. Semoga ke depan kita bisa lebih sering mengadakan acara seperti ini di Kota Tenggarong,” kata Martin.
Tasya pun berharap pertumbuhan komunitas tidak hanya diukur dari semakin banyaknya peserta. Ia juga membayangkan lahirnya guru-guru baru yang kelak dapat mengembangkan dan membagikan Inside Flow kepada masyarakat Tenggarong.
“Semoga peserta semakin banyak dan juga muncul guru-guru baru yang akan berbagi Inside Flow di kota ini,” ujarnya.
Pagi itu, yoga di Tenggarong bukan sekadar soal gerakan tubuh. Musik, napas, dan gerakan bertemu dalam satu aliran. Dari sebuah sesi latihan, muncul harapan agar Inside Flow menemukan lebih banyak ruang di Tenggarong dan semakin dikenal masyarakat.
Bukan hanya sebagai variasi dalam berolahraga, tetapi sebagai cara lain untuk menikmati yoga dengan mengikuti irama, menjaga napas, dan membiarkan tubuh bergerak mengalir.(atr)









