okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Saat melaksanakan reses anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ma’ruf Marjuni di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu pada Sabtu (27/8/2022) malam. Diketahui beberapa program yang telah dianggarkan hingga saat ini belum terlaksana. Sedangkan di Kecamatan Muara Badak dan Anggana sudah berjalan.
Marjuni pun mempertanyakan kinerja Kecamatan Marangkayu. Hal ini ditenggarai, karena sejumlah aspirasi dari masyarakat sudah masuk dianggaran murni APBD Kukar tahun 2022. Seperti pembangunan infrastruktur jalan, badan jalan dan dranaise namun tak kunjung dikerjakan. Apalagi sekarang sudah masuk APBD Perubahan.
“Anggaran murni 2022 sudah lama ditetapkan, tapi sampai sekarang pemerintah tidak menjalankan. Seharusnya sudah dijalankan, inikan sudah di perubahan,” kata Mar’uf Marjuni pada Selasa (30/8/2022) kemarin.
Dirinya menduga, ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Marangkayu yang mau terjun ke ranah dunia politik. Sementara itu dugaan lainnya, pejabat yang mengurusi kegiatan-kegiatan belum memenuhi kriteria.
“Hal ini patut dipertanyakan, apakah ini yang menjadi alasan lambatnya pelaksanaan program kegiatan,” kata Marjuni.
Dia juga pernah menemui PPTK, untuk meminta agar kegiatan dilaksanakan. Karena masyarakat menunggu aspirasinya segera terealisasi. Hanya saja, alasan yang diterima yaitu tidak ada ketersedian dana di BPKAD.
“Alasannya tidak ada Surat Penyediaan Dana (SPD) dari BPKAD. Padahal itu sudah dianggaran, artinya sudah ada hitung-hitungannya dan plotnya,” ungkapnya.
Saat ini dirinya telah menjalin berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar mengenai perihal ini. Dan mengingatkan, Kecamatan Muara Badak dan Anggana sudah melaksanakan kegiatan dan bersiap untuk pelaksanaan APBD Perubahan.
“Sudah saya hubungi pak Sekda, katanya nanti akan memberikan evaluasi ke Pemerintahan Kecamatan Marangkayu,” tutupnya. (adv/dprdkukar/ob1/ef)









