okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Infrastruktur selalu jadi permasalahan di setiap wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil VI Betaria Magdalena melakukan reses di Desa Muara Ritan, Kecamatan Tabang. Beberapa waktu lalu, beberapa masyarakat banyak mengeluhkan sarana infrastruktur tak kunjung ada perbaikan.
Hal itu diungkapkan Betaria saat dihubungi awak media melalui via telepon, Jumat (2/9/2022) kemarin. Tentunya perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kukar.
Dikatakannya, Kecamatan Tabang merupakan kecamatan terujung di Kukar. Jarak tempuh dari Tenggarong membutuhkan waktu sekitar 7 jam melalui akses darat. Namun, terdapat jalan longsor sekitar 10 tahun lalu, hingga saat ini belum mendapatkan perhatian. Sehingga membahayakan masyarakat saat melintas.
“Tabang kan kecamatan paling hulu sehingga perlu perhatian khusus, jalan utama tembus ke kecamatan itu, kiri kanan badan jalan banyak tergerus, longsornya hampir separuh jalan,” kata Betaria.
Kondisi jalan tersebut sudah semenisasi dan juga aspal. Namun letaknya di gunung-gunung pinggir tebing jadi tergerus. Jalan itu menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk menjalankan aktivitasnya. Masyarakat meminta agar segera diperbaiki untuk memberikan rasa aman dan nyaman.
“Sangat memprihatinkan, masyarakat mengusulkan untuk memperhatikan jalan itu. Karena kondisi jalan cukup parah dan jangan sampai ada korban,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Betaria juga menyebutkan, masyarakat juga meminta bantuan fasilitas sarana olahraga dan kelengkapan kesenian. Aspirasi yang disampaikan, akan terus diperjuangan. Mudah-mudahan bisa terealisasi di 2023 mendatang.
“Di Tabang, setiap tahun ada kegiatan festival seni dan meminta harus diperhatikan oleh Pemkab Kukar khususnya Dinas Pariwisata,” pungkasnya. (adv/dprdkukar/atr/ob1/ef)









