okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) menyambut aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa Kukar yang tergabung dalam Aliansi Kukar Menolak (AKM) untuk menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan di depan kantor DPRD Kukar, Selasa (6/10/2022).
Adapun dalam tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, pihaknya ingin aspirasi ini disampaikan kepada DPR-RI melalui DPRD Kukar. Untuk menolak secara tegas kenaikan BBM bersubsidi.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakil Ketua III DPRD, Siswo Cahyano pun turut berkomentar perihal tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut, ia mengatakan, pihaknya akan segera membuat laporan yang akan ditujukan kepada DPR-RI untuk menyampaikan aspirasi dari kelompok mahasiswa Kukar.
“Bahwa kenaikan harga BBM ini mendapat penolakan yang cukup keras dari masyarakat Kukar yang diwakili oleh mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, dengan adanya kenaikan BBM jelas akan berdampak langsung kepada kebutuhan pokok dan tentunya ini akan memberatkan masyarakat. “Yang jelas semua kebutuhan pokok akan ikut naik,” ucap Siswo.
Tidak hanya itu, bahkan para pengguna jasa angkutan umum pun juga ikut terdampak atas kenaikan BBM, seperti diketahui bersama untuk di Kukar untuk mendapatkan solar itu sangat sulit. Bahkan sempat mengalami kelangkaan BBM jenis solar.
“Angkutan umum itu tidak mungkin menggunakan dexlite, mereka antri solar saja sudah sulit hampir dua hari secara otomatis akan berimbas kepada biaya transportasi mereka,” kata Siswo.
Ia juga mengapresiasi langkah mahasiswa dalam menyikapi persoalan kenaikan BBM yang mana diketahui bersama dengan dampak kenaikan tersebut maka juga akan berimbas kepada angka kemiskinan di Kukar. (adv/dprdkukar/atr/ob1/ef)










