okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Event Erau Pelas Benua selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar). Hal ini pun membuat masyarakat bersuka cita menyambut perayaan adat asli kutai ini. Pasalnya event ini banyak menampilkan acara adat asli Kukar mulai dari pertunjukan seni dan budaya.
Diketahui, perayaan event Erau Pelas Benua ini tidak hanya identik dengan kesenian dan budaya lokal saja. Namun juga tentang perlombaan olahraga tradisional (Oltrad) yang biasa diselenggarakan setiap tahunnya untuk meramaikan perayaan Erau itu. Tentunya tujuan utamanya untuk terus menjaga kelestarian Oltrad.
Adapun perlombaan Oltrad yang dilaksanakan yakni, lomba engrang, belogo, begasing, ketapel, panahan, dagongan, behempas bantal, kelom panjang, hadang, hingga lomba menyumpit.
Saat ini telah ada beberapa lomba Oltrad yang mulai dilaksanakan, salah satunya yaitu lomba begasing. Hal ini pun membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Abdul Rasid ikut berpartisipasi dalam ajang perlombaan tersebut.
Ia mengatakan, tentunya ini merupakan salah satu perlombaan yang wajib dilaksanakan di setiap pelaksanaan event Erau Pelas Benua. Karena ini bagian dari untuk melestarikan Oltrad.
“Kita menyambut positif pelaksanaan Oltrad, karena ini salah satu upaya untuk melestarikan Oltrad di kukar. Kalau tidak dilestarikan, maka perlahan akan punah, ” sebut Rasid, Senin (26/9/2022).
Ia berharap pelaksanaan lomba Oltrad ini tidak hanya dilaksanakan pada saat perayaan event Erau saja, Rasid menginginkan dilaksanakan setiap beberapa bulan sekali. Karena Oltrad ini banyak peminatnya.
“Inginnya setiap beberapa bulan sekali itu dilaksanakan lomba Oltrad, karena diketahui olahraga ini banyak sekali peminatnya dikalangan masyarakat,” ujarnya.
Semoga dengan terlaksananya event Erau Pelas Benua ini bisa kembali melestarikan budaya adat istiadat dan Oltrad yang dimiliki oleh Kukar. Dan ini bisa menjadi data tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kukar.
“Tidak hanya tentang wisata modern, tapi kita juga perlu tonjolkan budaya yang menjadi pembeda antara daerah Kukar dengan daerah lainnya,” pungkas Rasid. (adv/dprdkukar/atr/ob1/ef)









