Menu

Mode Gelap

DPRD Kutai Kartanegara · 26 Sep 2022 14:55 WITA

Alif Turiadi Pimpin Rapat Dengar Pendapat Terkait Pengadaan Sapi Bagi Kelompok Tani


Alif Turiadi Pimpin Rapat Dengar Pendapat Terkait Pengadaan Sapi Bagi Kelompok Tani Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Unsur pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak dan kelompok tani. Untuk membahas tentang pengadaan ternak sapi pada tahun 2021 lalu.

Rapat tersebut dilaksanakan di ruang Badan Musyawarah (Banmus) gedung DPRD Kukar, Senin (26/9/2022). RDP tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kukar Alif Turiadi, Wakil Ketua III DPRD Kukar, Siswo Cahyono, anggota DPRD Kukar Suyono, perwakilan Distanak Kukar, Bapenda Kukar, Bappeda Kukar dan juga Direktur CV. Argo Bukit Indah serta perwakilan masing-masing kelompok tani. Adapun rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kukar, Alif Turiadi.

Alif Turiadi mengatakan, saat ini DPRD Kukar berusaha mencari sebuah solusi terkait persoalan pengadaan bibit sapi yang sudah didistribusikan kepada kelompok tani sapi. Karena sesuai dengan tertulis didalam kontrak itu sebanyak 232 ekor sapi namun yang sampai disini hanya berjumlah 200 ekor.

“Belum lagi yang meninggal dan kriteria yang tidak memenuhi standar dari 200 ekor sapi yang dinyatakan layak dan diterima oleh Distanak itu berjumlah sebanyak 98 ekor sapi,” ucap Alif.

“Distanak langsung memutus kontrak kerjasama dengan pihak penyedia karena tidak sesuai dengan isi kontrak,” tambahnya.

Oleh karena itu, ini jelas akan berdampak kepada masyarakat. Maka hari ini ada muncul sebuah solusi dari Bapenda, apa yang telah diterima oleh pemerintah ini harus dijadikan utang. Nantinya utang ini akan dievaluasi oleh beberapa pihak memastikan berapa yang nominal yang harus dibayarkan.

“Secepatnya, tinggal dievaluasi dari Inspektorat. Jadi tidak harus menunggu anggaran. Nanti kalau sudah jadwal pembayarannya baru penyediaan dana. Yang penting proses hutang ini bisa diselesaikan oleh dinas,” ungkapnya.

Walaupun pihak penyedia mengancam akan menarik kembali sapi yang telah diserahkan kepada kelompok tani. Namun, Alif memastikan bahwa sapi yang telah disalurkan tidak akan ditarik kembali.

“Kami pastikan sapi itu tidak ditarik. Kami tidak berani ambil resiko, kalau ditarik tentu implikasinya sangat besar. Itu akan timbul Ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah yang tidak bisa mensejahterakan masyarakatnya dan itu tidak boleh terjadi, ” tegasnya. (adv/dprdkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Semi Modern Tangga Arung Disebut Bakal Jadi Mall Baru Tenggarong

14 November 2025 - 18:05 WITA

Pasar Semi Modern Tangga Arung

Sekolah di Pesisir Kukar Banyak Rusak, Safruddin Desak Perbaikan Segera Dilakukan

13 November 2025 - 21:18 WITA

Sekolah rusak di pesisir Kukar

Kontingen Popda Kukar 2025 Resmi Dilepas, Fokus pada Sportivitas dan Pembinaan

12 November 2025 - 18:00 WITA

Popda Kukar 2025

RPJMD Kukar 2025–2029 Jadi Kompas Utama Pembangunan Daerah

11 November 2025 - 17:58 WITA

RPJMD Kukar 2025–2029

Akbar Haka Serap Aspirasi Warga Loa Ipuh soal Infrastruktur dan Masjid

10 November 2025 - 17:56 WITA

Aspirasi Warga Loa Ipuh

APBD Kukar 2026 Disepakati Rp 7,5 Triliun, DPRD Tekankan Ketepatan Sasaran

8 November 2025 - 17:50 WITA

APBD Kukar 2026
Trending di Advertorial