Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 10 Mar 2023 15:25 WITA

Cegah Penyebaran Flue Burung, Distanak Kukar Antisipasi Kedatangan Hewan Unggas Dari Kalsel


Hewan Unggas itik (Ilustrasi) Perbesar

Hewan Unggas itik (Ilustrasi)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kasus flu burung kembali muncul di Indonesia setelah beberapa la tidak terdengar adanya laporan tentang wabah tersebut. Kali ini, peternakan ayam di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dilaporkan terinfeksi virus flu burung.

Untuk itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menindaklanjuti langsung terkait adanya unggas di Kalsel yang terjangkit Flu Burung dengan mewaspadai kedatangan hewan unggas dari Kalsel.

Hal tersebut langsung diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Distanak Kukar, Aji Gozali Rahman, mengaku pihaknya telah mengantisipasi masuknya unggas dari Kalsel di perbatasan yakni di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), dengan melakukan tes sampel apabila dinyatakan negatif, diperbolehkan masuk Kaltim.

“Karena memang untuk memasuki wilayah Kaltim, unggas yang dibawa dari Kalsel harus dibekali Surat Kesehatan Hewan (SKH), dari dinas peternakan daerah asal unggas, ” ungkapnya.

Saat ini untuk Kabupaten Kukar, Distanak terus melakukan penyemprotan disinfektan di setiap kandang-kandang milik para peternak di semua wilayah Kukar. Lebih lanjut Rahman mengatakan, kebutuhan unggas di Kaltim memang sangat tinggi. Dan kebetulan Kalsel memang menjadi daerah penyuplai utama kebutuhan unggas seperti ayam dan itik.

“Untuk wilayah Kukar, bisa disebut telah melakukan swasembada unggas. Terutama untuk ayam potong dan boiler, dan saat ini kebutuhan unggas telah melimpah bahkan bisa melayani kebutuhan Samarinda, Bintang dan Balikpapan, ” ungkapnya.

Dari laporan yang diterima dari Distanak Kukar, populasi ayam potong di Kukar per Maret 2023 mencapai 4.790.921 ekor ayam. “Untuk stok daging ayam untuk Kukar terpenuhi, mungkin yg masih mendatangkan itik, meski ada juga dari Tenggarong Seberang suplainya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Flu burung, atau disebut juga avian influenza, adalah penyakit viral yang umumnya menyerang burung, terutama unggas seperti ayam, bebek, dan burung liar seperti burung camar dan burung merak. Namun, virus flu burung juga bisa menyebar ke manusia dan hewan lainnya.

Virus ini bisa menyebar dari burung yang terinfeksi atau kotoran burung yang terkontaminasi, serta melalui permukaan atau benda yang terkontaminasi. Ketika manusia terinfeksi virus flu burung, maka virus tersebut bisa menyebar melalui tetesan udara saat bersin atau batuk.

Gejala flu burung pada manusia bervariasi dari gejala flu ringan seperti demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokan, hingga gejala yang lebih berat seperti infeksi paru-paru yang serius dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Namun, tidak semua orang yang terinfeksi virus flu burung akan menunjukkan gejala.

Untuk mencegah penyebaran flu burung, penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan, seperti mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dengan burung yang sakit atau mati, dan memasak daging unggas dengan benar sampai matang. Vaksin untuk burung tersedia, namun saat ini belum ada vaksin untuk manusia yang bisa melindungi terhadap semua jenis virus flu burung. (atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hangatnya Bukber Kesahmati Samarinda,Tetap Solid Sejak 2010

14 Maret 2026 - 04:07 WITA

DLHK Kukar Nilai APKASINDO Berperan Penting Dorong Industri Sawit Berkelanjutan

4 November 2025 - 19:40 WITA

Industri sawit berkelanjutan

Edukasi Sampah Bank Sampah Etam Idaman Ubah Cara Pandang Warga Jahab

6 Oktober 2025 - 19:40 WITA

edukasi sampah Bank Sampah Etam Idaman

Zero Waste di Kutai Kartanegara Bisa Tercapai Lewat Budaya Peduli Lingkungan

30 September 2025 - 13:54 WITA

zero waste di Kutai Kartanegara

Drone Pertanian dan Bioinfigurasi Dongkrak Panen Padi di Kukar, BI dan Politani Turut Terlibat

12 September 2025 - 15:16 WITA

Cerita Inspiratif Inovasi Samsung dari 3 Anak Muda Indonesia

28 Agustus 2025 - 17:50 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru