Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 13 Sep 2021 19:28 WIB

Aktivitas Batubara di Lahan Pemkot Sudah Dilaporkan ke BPKAD


 Aktivitas Batubara di Lahan Pemkot Sudah Dilaporkan ke BPKAD Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Aktivitas penambangan batubara yang berada di tengah pemukiman warga di lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, tepatnya di Jalan Padat Karya Gang Sayur RT 09 Kelurahan Sempaja Utara Kecamatan Samarinda Utara sudah dilaporkan yang berujung penghentian kegiatan di lokasi tersebut.

Diketahui, jika aktivitas tak berizin telah berjalan sepekan ini dilakukan di atas tanah milik lima warga yang berbatasan langsung dengan tanah Pemkot Samarinda. Selain itu, rupanya para penambang ini juga pernah mengeruk lahan milik Pemkot tiga bulan sebelumnya.

Dari informasi yang dihimpun okeborneo.com, pekerja sempat mengeruk lahan Pemkot, yang kini menyisakan lubang dengan kedalaman kurang lebih 20 meter dan tampak singkapan batubara ditepi lubang.

“Kalau singkapan batubara itu sudah lama informasinya, sudah tiga tahun lalu informasinya. Itu kata BPKAD. Kalau tiga bulan lalu itu buka jalan untuk batubara yang kelihatan itu,” jelas Lurah Sempaja Utara, Dimas Keswara, Senin (13/9/2021).

Dijelaskan Dimas, aktivitas yang berjalan tiga bulan sebelumnya itu tertangkap basah warga sekitar saat sedang beraktivitas kemudian melaporkan ke pihak kelurahan dan diteruskan ke BPKAD Samarinda.

“Saat tiga bulan lalu itu kan mau buat jalan buat ambil lagi (batubara) tapi keburu ketahuan dan diberhentikan kegiatannya,” ucapnya.

Ditambahkannya pula, jika aktivitas tanpa izin yang berjalan ini sebenarnya telah dilaporkan sebanyak tiga kali dan pelaporan terakhir dilakukan peninjauan lapangan yang dilakukan instansi terkait.

“Kalau tiga bulan lalu sebenarnya laporan lisan ke Kabid Aset BPKAD, lewat telepon aja, kasih tau ada kegiatan dan dihentikan. Tapi kalau yang seminggu lalu BPKAD minta resmi agar bisa diketahui Sekda,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Dimas, sejak aktivitas tersebut berjalan belum ada batubara yang terangkut dari lahan Pemkot pada tiga tahun lalu, para penambang masih berupaya membuat jalan.

“Belum sempat, itu baru buat jalan untuk ambil singkapan (batubara) itu tapi ketahuan. Udah tiga kali ketahuan,” bebernya.

Saat disinggung mengenai penambang ilegal yang beraktivitas di lahan milik warga, Dimas menjelaskan jika para penambang tersebut sebelumnya telah membujuk para pemilik lahan dan penambang juga mengaku telah mendapatkan izin dari Pemkot Samarinda.

Dari lima pemilik lahan hanya satu pemilik yang menolak jika lahannya digunakan untuk akses lintasan batubara.

“Kalau dari yang bersangkutan (penambang) ngakunya dapat izin tapi info yang saya terima Pak Sogol salah satu yang punya tanah itu belum mengizinkan, tapi sudah dilewati jadi jalan. Infonya juga Pak Sogol ini beberapa kali dibujuk,” terangnya.

Terkait dengan pengawasan aktivitas ilegal tersebut dijelaskan Dimas jika warga sekitar ikut membantu mengawasi kegiatan di lokasi tersebut.

“Warga akan langsung melaporkan ke pihak kelurahan serta instansi terkait kalau ada berjalan lagi nanti warga sekitar pasti lapor,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Kapasitas Bagi Sineas Kalimantan Timur, Hetifah Gandeng Sinematografer dan Produser Kawakan Indonesia

24 Juli 2023 - 19:19 WIB

Dua Rumah Hangus dan Dua Rumah Terdampak Kebakaran di Tenggarong

12 Juni 2023 - 18:00 WIB

Dua Ruko Sembako Hangus Dilahap Api di Tenggarong

26 April 2023 - 18:01 WIB

Dari 16 Orang yang Diperiksa, Sintel Denpom Divisi 3/Kostrad Curigai Tiga Nama Atas Tewasnya Serda Fitri

20 April 2023 - 21:19 WIB

Terkait Kematian Serda Herdi, Danyon Arhanud 16/3 Kostrad Buka Suara : Terduga Penganiayaan Masih Diperiksa Denpom

20 April 2023 - 14:02 WIB

Wartawan Jadi Korban Mobil Pengetap, Identitas Pengemudi Sudah Ditangan Polisi

5 April 2023 - 20:20 WIB

Trending di Peristiwa