Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 8 Mei 2026 13:41 WITA

Pesut Mahakam “Lion” Ditemukan Mati, Populasi Kini Tersisa 65 Ekor


Pesut Mahakam bernama Lion saat proses evakuasi setelah ditemukan mati di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun. (Istimewa) Perbesar

Pesut Mahakam bernama Lion saat proses evakuasi setelah ditemukan mati di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Seekor Pesut Mahakam bernama Lion ditemukan mati di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kematian mamalia air tawar endemik itu membuat populasi Pesut Mahakam yang terdata kini diperkirakan tersisa 65 ekor.

Lion ditemukan warga di kawasan Kampung Baru sebelum kemudian dievakuasi oleh tim gabungan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Satwa tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun.

Ketua Yayasan RASI, Danielle Kreb, mengatakan bangkai pesut awalnya berada di aliran sungai sebelum masuk ke teluk kecil di sekitar permukiman warga.

“Setelah laporan diterima, tim Pokdarwis Pela langsung bergerak melakukan pencarian dan evakuasi karena lokasinya paling dekat,” ujarnya.

Bangkai tersebut kemudian dibawa menggunakan rakit menuju Stasiun Riset Sangkuliman untuk menjalani nekropsi atau pemeriksaan bangkai satwa. Proses pemeriksaan dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan dokter dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kalimantan Timur.

Dalam pemeriksaan awal, tim menemukan luka lebam di bagian leher Lion. Namun, Danielle menegaskan temuan tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab kematian.

“Masih perlu dicek lebih lanjut apakah luka itu hanya di permukaan atau sampai ke jaringan otot,” kata Danielle.

Selain pemeriksaan fisik, sejumlah sampel organ dan jaringan juga telah diambil untuk diuji di laboratorium. Pengujian itu mencakup kemungkinan paparan logam berat, bahan kimia, racun, hingga mikroplastik.

Danielle menyebut, hasil laboratorium tetap diperlukan sebelum penyebab kematian Lion dapat disimpulkan. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan apakah kematian pesut tersebut berkaitan dengan luka yang ditemukan atau faktor lainnya.

Usia pasti Lion juga belum bisa diketahui. Menurut Danielle, program identifikasi Pesut Mahakam baru dimulai pada 1999. Saat pertama kali tercatat, Lion diperkirakan sudah memasuki usia dewasa.

“Pesut Mahakam bisa hidup hingga sekitar 50 tahun, sehingga kemungkinan usianya sekarang lebih dari 30 tahun,” jelasnya.

Kematian Lion menambah perhatian terhadap kelangsungan Pesut Mahakam di habitat alaminya. Berdasarkan data terakhir pada akhir 2025, populasi satwa tercatat sebanyak 66 ekor.

Dengan kematian satu individu tersebut, populasi Pesut Mahakam yang terdata kini diperkirakan tersisa 65 ekor di Sungai Mahakam.

Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian Lion. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa, kemungkinan paparan pencemar, serta faktor lain yang dapat memengaruhi keselamatan Pesut Mahakam di habitatnya. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aulia Rahman Basri Dorong Mahasiswa Baru Unikarta Aktif Berorganisasi, Bangun Leadership dan Jiwa Sosial

26 Agustus 2026 - 17:03 WITA

Aulia Rahman Basri Dorong Mahasiswa Baru Unikarta Jadi Generasi Penerus Kukar

26 Agustus 2026 - 17:02 WITA

Akses Jalan Oloy Putus Akibat Longsor, Warga Muara Muntai dan Muara Wis Terdampak

25 Agustus 2026 - 13:26 WITA

HMI Kukar Soroti Pinjaman Rp820 Miliar, Desak Bankaltimtara Kawal Pengelolaan Keuangan Daerah

24 Agustus 2026 - 16:02 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Trending di Home