Menu ✖

Mode Gelap

Kesehatan · 27 Apr 2026 17:09 WITA

Desa, Pasar, Sekolah, dan Tempat Makan di Kukar Disasar Program Pangan Aman


 Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama perwakilan BPOM dan instansi terkait menunjukkan dokumen komitmen Gerakan Pangan Aman Terpadu di Pendopo Bupati Kukar. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama perwakilan BPOM dan instansi terkait menunjukkan dokumen komitmen Gerakan Pangan Aman Terpadu di Pendopo Bupati Kukar. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai mendorong gerakan pangan aman secara terpadu dengan menyasar desa, pasar, sekolah, hingga tempat pengolahan makanan. Program ini diarahkan agar makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak hanya tersedia, tetapi juga sehat, aman, dan layak sejak dari proses pengolahan hingga sampai ke rumah tangga.

Gerakan tersebut dibahas dalam kegiatan advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang digelar di Pendopo Bupati Kukar, baru-baru ini.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mengatakan pangan aman berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, warga yang sehat akan lebih produktif dan memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.

“Orang yang sehat insyaAllah akan lebih produktif. Sementara produktivitas itu akan berdampak pada kemampuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Aulia menjelaskan, keamanan pangan tidak hanya berhenti pada ketersediaan bahan makanan. Proses pengolahan, distribusi, hingga konsumsi di tingkat rumah tangga juga harus menjadi perhatian bersama.

Ia menegaskan, program pangan aman tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja. Pemerintah daerah, perangkat desa, pengelola pasar, sekolah, pelaku usaha makanan, dan masyarakat perlu bergerak dalam satu ekosistem yang sama.

“Ini bukan tanggung jawab satu pihak. Harus ada kerja bersama untuk membangun ekosistem pangan yang sehat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kukar mengintegrasikan empat program utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, Sekolah Pangan Aman, dan Tempat Pangan Aman.

Melalui Desa Pangan Aman, masyarakat di tingkat desa didorong memahami cara memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang sehat. Pasar Pangan Aman diarahkan untuk memastikan bahan pangan yang beredar di pasar lebih terpantau. Sementara Sekolah Pangan Aman menyasar jajanan dan konsumsi anak-anak di lingkungan pendidikan.

Adapun Tempat Pangan Aman difokuskan pada pengolahan makanan di tempat usaha agar memenuhi standar kesehatan dan tidak membahayakan konsumen.

Aulia mengingatkan, gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin kesadaran terhadap pangan sehat dan aman menjadi kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Kalau ini sudah menjadi budaya, masyarakat akan terbiasa menjalankan pola hidup sehat tanpa harus disuruh,” katanya.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait tidak bekerja secara terpisah. Menurutnya, hasil program akan sulit maksimal jika setiap instansi bergerak sendiri-sendiri.

“Jangan merasa ini hanya tugas satu OPD. Semua yang terkait harus bergerak bersama. Kalau bekerja sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Aulia menambahkan, masyarakat tidak menilai panjangnya proses birokrasi, melainkan manfaat yang benar-benar terasa. Karena itu, setiap program harus diarahkan pada hasil yang jelas dan berdampak langsung.

“Yang dilihat masyarakat adalah manfaatnya. Maka hasil kerja kita harus benar-benar dirasakan,” tutupnya.

Melalui gerakan pangan aman terpadu ini, Pemkab Kukar menargetkan pengawasan dan kesadaran pangan sehat dapat menjangkau ruang-ruang paling dekat dengan kehidupan warga, mulai dari pasar, sekolah, desa, hingga tempat makan. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Karhutla di Kukar, Aulia Koordinasi dengan BNPB Minta Bantuan Helikopter

23 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Aulia Rahman Basri Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Berlanjut, Kukar Bidik Juara Umum MTQ Kaltim

23 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Pejabat Administrator dan Pengawas Kukar Dilantik, Diminta Perkuat Kinerja dan Inovasi

23 Oktober 2026 - 20:50 WITA

Kontrak Proyek Buma Berakhir, Disnakertrans Kukar Kawal Pemenuhan Hak Karyawan

22 Oktober 2026 - 13:22 WITA

Pemkab Kukar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 2.197 Santri, Anggaran Capai Rp6,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Hari Santri 2026, Pemkab Kukar Dorong Pesantren Ramah Anak dan Santri Berdaya

22 Oktober 2026 - 12:12 WITA

Trending di Advertorial