Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 20 Mei 2026 16:33 WITA

Di Tengah Demo Samarinda, Drupadi Baladika Bagikan Mawar dan Gelar Tarian Adat


Perwakilan Drupadi Baladika Kaltim membawa bunga mawar dalam aksi damai di Samarinda. (Istimewa) Perbesar

Perwakilan Drupadi Baladika Kaltim membawa bunga mawar dalam aksi damai di Samarinda. (Istimewa)

okeborneo.com, SAMARINDA — Di tengah dinamika aksi demonstrasi di Samarinda, Drupadi Baladika Kaltim menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Rabu (20/5/2026). Mereka membagikan bunga mawar kepada pengendara dan menampilkan tarian adat sebagai pesan menjaga suasana tetap aman dan damai.

Aksi tersebut digelar dengan mengusung tema persatuan dan kedamaian. Menurut panitia, sekitar 1.600 peserta mengikuti kegiatan itu sejak pagi dengan mengenakan pakaian adat dan atribut budaya dari berbagai suku di Kalimantan Timur.

Berbeda dari aksi penyampaian aspirasi yang biasanya diwarnai orasi, kegiatan ini menampilkan pendekatan budaya dan simbol damai. Tari tradisional serta atraksi seni ditampilkan bergantian di kawasan Teras Samarinda, tepat di depan Kantor Gubernur Kaltim.

Ketua Drupadi Baladika Kaltim, Lilis Latif, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah situasi sosial yang belakangan diwarnai berbagai demonstrasi.

Menurutnya, keberagaman budaya di Kalimantan Timur merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat. Karena itu, pendekatan budaya dipilih agar pesan damai dapat disampaikan dengan lebih terbuka kepada masyarakat.

“Semua adat ada di sini. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman inilah yang harus dirawat bersama,” ujar Lilis.

Selain menampilkan kesenian tradisional, peserta aksi juga membagikan seribu tangkai bunga mawar kepada pengendara yang melintas. Mawar dipilih sebagai simbol ajakan menjaga ketenangan dan mempererat solidaritas sosial.

Sejumlah pengendara tampak menerima bunga dan mengabadikan momen tersebut dengan ponsel. Beberapa warga juga berhenti sejenak untuk menyaksikan penampilan budaya di tepi jalan.

Lilis menegaskan pihaknya tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia berharap setiap aksi dapat berlangsung damai dan tidak mudah terpengaruh provokasi yang berpotensi memicu perpecahan.

Menurutnya, kritik kepada pemerintah tetap menjadi bagian dari demokrasi. Di sisi lain, ruang penyampaian aspirasi juga perlu dijaga agar tidak mengganggu kepentingan umum.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga situasi daerah tetap kondusif, terutama di tengah berbagai agenda pembangunan strategis di Kalimantan Timur.

“Kondisi aman dan damai adalah modal penting agar pembangunan bisa berjalan baik dan masyarakat tetap hidup rukun,” pungkasnya. (pep/bby)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Trending di Peristiwa