Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 15 Apr 2026 17:03 WITA

Dibangun Rp23 Miliar, Kini Dipenuhi Semak dan Aktivitas Negatif, Ini Kondisi Taman Replika Tenggarong


Kondisi gerbang Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia di Tenggarong yang terlihat tidak terawat dan mulai ditumbuhi semak. (angga/okeborneo.com) Perbesar

Kondisi gerbang Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia di Tenggarong yang terlihat tidak terawat dan mulai ditumbuhi semak. (angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Aset daerah senilai sekitar Rp23 miliar di Tenggarong kini dalam kondisi terbengkalai. Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia yang dibangun pada 2021 di Kelurahan Panji itu terlihat dipenuhi semak, sejumlah bangunan rusak, bahkan beberapa fasilitas dilaporkan hilang.

Kondisi tersebut ditemukan saat Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ahmad Yani, meninjau langsung kawasan tersebut bersama perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pariwisata, Senin (13/4/2025). Dari hasil peninjauan, kerusakan tampak di berbagai titik, sementara sebagian area tidak lagi terawat.

“Ini menunjukkan lemahnya koordinasi antar-OPD. Aset yang seharusnya memberi manfaat justru tidak dimanfaatkan dan dibiarkan rusak,” ujarnya.

Menurut Yani, persoalan utama terletak pada belum jelasnya pengelolaan aset. Secara administratif, taman masih berada di bawah Dinas PU, sementara pengelolaan operasional belum sepenuhnya dialihkan ke Dinas Pariwisata.

Kondisi tanpa pengelola tersebut turut berdampak pada minimnya pengawasan di lapangan. Warga setempat menyebut kawasan taman kini kerap dimanfaatkan untuk aktivitas negatif oleh sejumlah oknum remaja.

“Kami sering menegur, tapi karena tidak ada pengelolaan resmi, pengawasan jadi terbatas,” kata Ketua RT 15 Kelurahan Panji, Kusman.

Ia menilai, keterlibatan masyarakat dapat menjadi solusi untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Menurutnya, pengelolaan berbasis komunitas bisa membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat pengawasan.

“UMKM bisa berjualan, pemuda bisa mengelola parkir atau tiket. Dengan begitu, masyarakat ikut menjaga,” tambahnya.

Padahal, taman tersebut memiliki potensi sebagai destinasi wisata maupun ruang publik yang dapat mendorong aktivitas ekonomi warga jika dikelola dengan baik.

Di sisi lain, Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, mengakui belum ada langkah konkret yang diambil pemerintah daerah terkait pengelolaan taman tersebut. Saat ini, proses awal masih sebatas pendataan kondisi fisik oleh Dinas PU.

“Kami mulai dari identifikasi kondisi. Setelah itu baru ditentukan langkah berikutnya sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Hingga kini, aset bernilai miliaran rupiah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dalam kondisi terbengkalai, tanpa kejelasan pengelolaan yang pasti. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pelantikan 58 Pejabat Kukar Dipercepat, Camat Diminta Gerak Cepat Tangani Karhutla dan Krisis Air

18 September 2026 - 19:39 WITA

Wujud Solidaritas Karhutla Eros Basketball Community Gelar Aksi Sosial di Simpang 4 Lembuswana

18 September 2026 - 19:02 WITA

Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Tenggarong Tembus 210,5, Warga Mulai Keluhkan Gangguan Pernapasan

18 September 2026 - 15:09 WITA

Jelang Erau 2026, Pemkab Kukar Pantau Kualitas Udara dan Siapkan Penyesuaian

18 September 2026 - 13:25 WITA

Kecelakaan di Jembatan Martadipura, Tiga Orang Jadi Korban

17 September 2026 - 15:20 WITA

Bupati Kukar Ancam Tindak Tegas Penimbun Masker di Tengah Kabut Asap

17 September 2026 - 15:17 WITA

Trending di Home