okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun, di balik semangat itu, tantangan besar masih menghadang, terutama dalam hal sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya ideal.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengungkapkan bahwa sebagian besar pos pemadam di kecamatan masih menghadapi keterbatasan armada. Saat ini, beberapa pos hanya memiliki satu unit mobil pemadam yang usianya sudah cukup tua. Padahal, berdasarkan standar nasional, setiap pos pemadam seharusnya dilengkapi dengan lima jenis kendaraan, termasuk mobil pemadam utama, mobil suplai air, mobil komando, hingga ambulans.
“Kondisi di lapangan masih jauh dari ideal. Banyak kendaraan yang sudah berumur dan berisiko mengalami kendala teknis saat operasi,” ujar Fida,belum lama ini.
Selain itu, anggaran yang terbatas juga menjadi tantangan tersendiri dalam pemeliharaan kendaraan dan pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi personel.
Fida menekankan bahwa meskipun pihaknya ingin memastikan seluruh personel memiliki APD yang lengkap dan sesuai standar, keterbatasan anggaran membuat hal ini belum bisa sepenuhnya terwujud.
“Kami berusaha semaksimal mungkin, tetapi keterbatasan dana membuat kami harus berinovasi dalam menjalankan tugas,” tambahnya.
Meski menghadapi berbagai hambatan, Disdamkarmatan Kukar tetap berusaha mencari solusi kreatif. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran relawan kebakaran serta memanfaatkan teknologi sederhana berbasis lokal untuk meningkatkan efektivitas kerja.
“Yang terpenting, keterbatasan ini tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas layanan. Kami akan terus berupaya dengan segala sumber daya yang ada demi keselamatan masyarakat,” tutup Fida.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








