okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi dalam mendorong modernisasi sektor pertanian. Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi drone, hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia, untuk membantu aktivitas pertanian, khususnya dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja di lapangan.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa teknologi drone sudah mulai dimanfaatkan sejak tahun 2023, meskipun saat itu masih terbatas pada kegiatan penyemprotan dan pemupukan. Namun, memasuki tahun 2024 hingga 2025, dukungan dari Bank Indonesia memperluas penggunaan drone untuk penebaran benih dan persemaian.
“Saat ini, implementasi teknologi drone baru dilakukan di dua titik, yaitu di Bukit Biru dan Anggana. Bukit Biru masih dalam tahap pengupayaan, sementara di Anggana sudah mulai dimanfaatkan secara aktif,” ungkap Taufik, Senin (26/5/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aset drone tersebut menjadi milik Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), yang berada di bawah naungan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Model ini memungkinkan alat digunakan lintas kelompok tani, sehingga manfaatnya lebih merata.
Menariknya, operator drone dipilih dari kalangan petani muda atau petani milenial yang telah ditunjuk oleh Gapoktan. Mereka dilatih langsung oleh penyedia teknologi atau lembaga terkait agar mampu mengoperasikan drone dengan baik dan aman.
“Dengan melibatkan petani milenial sebagai operator, kami berharap transfer teknologi ini bisa berjalan berkelanjutan dan mendukung regenerasi petani di Kukar,” tambahnya.
Distanak Kukar menargetkan teknologi ini dapat diperluas ke lebih banyak wilayah di masa mendatang, seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan kelompok tani di seluruh kecamatan. Pemanfaatan drone diharapkan menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian Kukar menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








