Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 9 Sep 2026 17:33 WITA

Distanak Kukar Ungkap Alasan Benih Padi Ditebar Langsung di Danau Semayang


Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar Muhammad Farid (Istimewa) Perbesar

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar Muhammad Farid (Istimewa)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjelaskan alasan benih padi ditebar langsung ke kawasan berair di Danau Semayang, Kecamatan Kenohan. Metode tersebut merupakan pola pertanian yang telah lama dipraktikkan masyarakat setempat dan dikenal dengan metode Tanam Benih Langsung dalam Air (Tabela Dar).

Sebanyak satu ton benih padi ditebar untuk mengembangkan areal pertanian sekitar 100 hektare di kawasan Danau Semayang. Penanaman tersebut dilakukan bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Distanak pada 2 September 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar Muhammad Farid mengatakan, pertanian di kawasan Danau Semayang bukan merupakan pola baru yang diperkenalkan pemerintah. Masyarakat setempat telah menerapkannya sejak sekitar 1996.

Menurut Farid, pola serupa kembali dilakukan pada 2015 dan ketika itu petani berhasil memanen padi yang ditanam di kawasan tersebut.

“Tanaman di Semayang itu sebenarnya sudah dilakukan oleh masyarakat di Danau Semayang. Itu di tahun 1996, kalau tidak salah. Kemudian tahun 2015 pernah dilakukan dan pernah panen di sana,” kata Farid, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah dalam kegiatan penanaman kali ini lebih berperan memberikan dukungan kepada petani yang kembali mengembangkan lahan pertanian di kawasan danau.

Bahkan, sebelum pemerintah melakukan penanaman, masyarakat setempat telah lebih dahulu menanam padi. Tanaman milik petani saat ini telah berusia sekitar 12 hingga 22 hari.

“Jadi hadirnya Pak Bupati di sana dan kami (Distanak) adalah membantu, menyemangati kepada petani. Ada bentuk perhatian dari pemerintah daerah untuk petani di Semayang,” ujarnya.

Farid menyebut pengembangan pertanian di kawasan tersebut juga menjadi salah satu upaya menambah sumber pendapatan masyarakat. Selama ini, sebagian besar warga Semayang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.

Ketika aktivitas menangkap ikan tidak dapat dilakukan secara optimal akibat kondisi tertentu, masyarakat dapat memanfaatkan pertanian sebagai sumber pendapatan alternatif.

“Karena di sana adalah nelayan. Jadi ketika mereka sudah tidak bisa nelayan lagi, mereka beralih ke pertanian,” katanya.

Gunakan Metode Tabela Dar

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengembangan pertanian di Danau Semayang adalah metode penanamannya. Benih tidak ditanam secara konvensional di tanah, melainkan ditebar langsung ke dalam air.

Farid mengatakan metode tersebut dikenal sebagai Tabela Dar atau tanam benih langsung dalam air. Metode ini bukan teknologi baru karena sebelumnya pernah diterapkan di wilayah Banjar dan tanaman padi dapat tumbuh.

“Dulu pernah dilakukan di daerah Banjar. Namanya Tabela Dar, tanam benih langsung dalam air. Itu sudah pernah dicoba dan tumbuh,” jelasnya.

Dalam penerapannya, benih yang ditebar akan tenggelam ke dalam air. Seiring permukaan air danau berangsur surut, benih kemudian tumbuh di lahan yang sebelumnya tergenang.

Menurut Distanak, penerapan metode tersebut memiliki sejumlah pertimbangan, termasuk dalam menghadapi gangguan hama dan hewan pada fase awal pertumbuhan tanaman.

Varietas padi yang digunakan adalah Inpari 32. Varietas tersebut dipilih karena dinilai memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap penyakit.

Tanaman padi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 110 hari hingga memasuki masa panen.

Farid memastikan tanaman yang telah ditanam di kawasan Danau Semayang menunjukkan pertumbuhan. Pengalaman petani yang sebelumnya berhasil memanen padi di kawasan tersebut juga menjadi salah satu dasar pemerintah dalam mendorong kembali pengembangan pertanian.

“Jadi itu memang perhatian, bantuan dari kami, supaya petani membantu petani untuk menambah lagi luas tanam,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kukar berharap pengembangan pertanian di Danau Semayang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Dengan demikian, warga tidak hanya bergantung pada sektor perikanan, tetapi juga memiliki pilihan usaha ketika aktivitas nelayan terkendala kondisi alam.(atr)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sidang Kasus Etomidate Mantan Kasat Narkoba Kukar, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi

9 September 2026 - 15:58 WITA

BPKAD Kukar Digeledah, Polisi Sebut Masih Berkaitan dengan Kasus Disdikbud

8 September 2026 - 21:42 WITA

Aulia Rahman Basri Tabur Benih Padi di Danau Semayang, Rektor Unikarta Beri Penjelasan Teknis

8 September 2026 - 15:28 WITA

BREAKING NEWS: Kantor BPKAD Kukar Digeledah Polda Kaltim

8 September 2026 - 15:23 WITA

Hampir 80 Persen Utang Lunas, Kukar Sisihkan DBH untuk Bayar Kewajiban

7 September 2026 - 14:27 WITA

Antrean Pertalite Mulai Ganggu Jalan, Dishub Kukar Masih Utamakan Dialog

7 September 2026 - 14:20 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru