okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengawasan lingkungan di Kutai Kartanegara belum berjalan semulus yang diharapkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar masih berhadapan dengan berbagai hambatan, mulai dari akses sulit hingga resistensi dari pihak yang diawasi.
Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, mengatakan tantangan utama dalam pengawasan lingkungan justru datang dari sikap sebagian perusahaan yang kurang kooperatif. Sebagian menolak saat petugas hendak mengambil sampel, dengan alasan sudah menjalankan aktivitas sesuai aturan.
“Kadang perusahaan merasa tidak bersalah, padahal masyarakat melaporkan adanya dugaan pencemaran. Saat tim turun untuk uji sampling, ada saja yang menolak. Hal itu sering memicu perbedaan persepsi,” ujar Pramudia di Tenggarong.
Selain sikap resistif, faktor geografis juga menjadi kendala. Beberapa lokasi aduan sulit dijangkau karena berada di wilayah terpencil. “Ada aduan yang berjarak hingga 10 kilometer dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Situasi seperti itu memperlambat proses verifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi lapangan yang berat, keterbatasan sarana transportasi, serta cuaca ekstrem membuat penanganan aduan membutuhkan waktu lebih lama. Meski demikian, DLHK Kukar tetap berupaya menjaga ritme kerja agar seluruh laporan tertangani secara profesional.
Menurut Pramudia, pengawasan lingkungan bukanlah upaya mencari kesalahan, tetapi memastikan kegiatan manusia dan perusahaan tidak merusak alam. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan.
“Peran masyarakat sangat penting. Banyak kasus terungkap karena laporan warga. Kami mendorong agar masyarakat tetap aktif dan memberikan informasi akurat,” tegasnya.
DLHK Kukar berharap ke depan ada dukungan lebih besar dari berbagai pihak, termasuk peningkatan sarana pengawasan dan koordinasi lintas instansi. Dengan begitu, upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif hingga ke wilayah terpencil Kutai Kartanegara. (adv/dilakukan/atr)








