Menu

Mode Gelap

Advertorial · 10 Okt 2025 16:25 WITA

DLHK Kukar Hadapi Hambatan Akses dan Resistensi dalam Pengawasan Lingkungan


Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, saat menjelaskan tantangan lapangan dalam pengawasan lingkungan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, saat menjelaskan tantangan lapangan dalam pengawasan lingkungan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengawasan lingkungan di Kutai Kartanegara belum berjalan semulus yang diharapkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar masih berhadapan dengan berbagai hambatan, mulai dari akses sulit hingga resistensi dari pihak yang diawasi.

Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, mengatakan tantangan utama dalam pengawasan lingkungan justru datang dari sikap sebagian perusahaan yang kurang kooperatif. Sebagian menolak saat petugas hendak mengambil sampel, dengan alasan sudah menjalankan aktivitas sesuai aturan.

“Kadang perusahaan merasa tidak bersalah, padahal masyarakat melaporkan adanya dugaan pencemaran. Saat tim turun untuk uji sampling, ada saja yang menolak. Hal itu sering memicu perbedaan persepsi,” ujar Pramudia di Tenggarong.

Selain sikap resistif, faktor geografis juga menjadi kendala. Beberapa lokasi aduan sulit dijangkau karena berada di wilayah terpencil. “Ada aduan yang berjarak hingga 10 kilometer dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Situasi seperti itu memperlambat proses verifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi lapangan yang berat, keterbatasan sarana transportasi, serta cuaca ekstrem membuat penanganan aduan membutuhkan waktu lebih lama. Meski demikian, DLHK Kukar tetap berupaya menjaga ritme kerja agar seluruh laporan tertangani secara profesional.

Menurut Pramudia, pengawasan lingkungan bukanlah upaya mencari kesalahan, tetapi memastikan kegiatan manusia dan perusahaan tidak merusak alam. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan.

“Peran masyarakat sangat penting. Banyak kasus terungkap karena laporan warga. Kami mendorong agar masyarakat tetap aktif dan memberikan informasi akurat,” tegasnya.

DLHK Kukar berharap ke depan ada dukungan lebih besar dari berbagai pihak, termasuk peningkatan sarana pengawasan dan koordinasi lintas instansi. Dengan begitu, upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif hingga ke wilayah terpencil Kutai Kartanegara. (adv/dilakukan/atr)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran Jalan Pesut Kukar, Damkar Kerahkan Tujuh Unit dan Kuasai Api dalam 20 Menit

4 September 2026 - 21:47 WITA

Dana Kurang Salur Rp2,4 Triliun Belum Pasti Cair, Pemkab Kukar Koreksi APBD Perubahan 2026

4 September 2026 - 17:58 WITA

Kasus ISPA di Kukar Melonjak, Tembus 9.075 Kasus Selama Agustus

4 September 2026 - 15:40 WITA

PJJ Mulai Diterapkan Hari Ini di Sejumlah Wilayah Kukar, Sekolah Diberi Fleksibilitas

3 September 2026 - 14:28 WITA

Kukar Berlakukan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP Mulai 3 September Imbas Karhutla dan Kekeringan

2 September 2026 - 18:40 WITA

Kemarau Panjang, Kukar Gelar Salat Istisqa: Bupati Sebut Kekeringan hingga Asap Jadi Ancaman

2 September 2026 - 12:20 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru