Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 18 Nov 2024 19:41 WITA

DP2KB Kukar Fokuskan Pengisian Data Aksi Bangda Demi Optimalkan Program Stunting


Suasana Rakor TPPS Kabupaten Kukar 2024 untuk Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting. (Rizka/Okeborneo) Perbesar

Suasana Rakor TPPS Kabupaten Kukar 2024 untuk Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting. (Rizka/Okeborneo)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen dalam menurunkan angka stunting. Hal ini ditandai dengan rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kukar yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Senin (18/11/2024). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung BAPPEDA Kukar itu bertujuan mendukung pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di tahun 2024.

Salah satu fokus utama rapat adalah pengisian data pada website Aksi Bangda milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sekretaris DP2KB Kukar, Mastukhah, menegaskan pentingnya pendokumentasian kegiatan melalui platform tersebut. “Semua kegiatan yang kita lakukan harus tercatat dengan baik di Aksi Bangda. Jika tidak, upaya kita tidak akan terpantau oleh pusat, yang berpotensi menghambat pengawasan dan evaluasi capaian penurunan stunting,” ujar Mastukhah.

Mastukhah juga meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam TPPS segera menyelesaikan berbagai tahapan penting. Mulai dari perencanaan, tagging, pengalokasian anggaran, hingga pencatatan capaian dan target penurunan stunting. Ia menekankan bahwa seluruh proses harus terpantau hingga tingkat desa untuk memastikan dampaknya dapat terukur.

“Aplikasi ini sangat vital agar pusat dapat memantau progres dan capaian Kukar terkait penurunan stunting. Ini juga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai seberapa besar kontribusi kita dalam mencapai target,” tambah Mastukhah.

Selain itu, rakor juga membahas pelaporan aksi 2.3 dan 2.4 kepada Kemendagri, yang perlu diselaraskan dengan anggaran melalui APBDP Perubahan. Mastukhah menyoroti bahwa pengalokasian anggaran menjadi kunci utama keberhasilan program ini. “Pengalokasian anggaran untuk penurunan stunting harus jelas, mulai dari perencanaan hingga outcome yang diharapkan. Kita harus memastikan bahwa setiap kegiatan dapat terukur dan berkontribusi dalam menurunkan angka stunting,” tegasnya.

Ia berharap setiap OPD dapat segera menyesuaikan anggaran serta meningkatkan pengisian data Aksi Bangda secara transparan. Langkah ini dinilai penting agar pusat dapat melakukan pengawasan dan evaluasi dengan akurat.

Dengan upaya yang terarah dan terpantau, DP2KB Kukar optimis target penurunan angka stunting di Kabupaten Kukar dapat tercapai pada tahun 2024. Rapat ini menjadi salah satu wujud sinergi pemerintah daerah untuk mendukung visi nasional dalam mengurangi angka stunting di Indonesia. (adv/diskominfokukar/rl/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mewujudkan Pers Berkualitas dan Berintegritas, SMSI Kukar Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Pra UKW

23 Agustus 2025 - 18:25 WITA

Terima Aspirasi Mahasiswa, Wabup Kukar Janji Lunasi Kekurangan Anggaran Beasiswa di Perubahan APBD

14 Agustus 2025 - 14:55 WITA

Tabang Lakukan Penyesuaian Anggaran, Pastikan Program Prioritas Tetap Berjalan

13 Agustus 2025 - 18:08 WITA

Muara Jawa Fokus Relokasi Kantor Camat dan Perbaikan Akses Jalan pada 2025

13 Agustus 2025 - 17:59 WITA

Muara Jawa Genjot Infrastruktur untuk Buka Akses dan Dongkrak Potensi Pesisir

13 Agustus 2025 - 17:49 WITA

Samboja Barat Kembangkan Kain Sasirangan, Perempuan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

13 Agustus 2025 - 17:48 WITA

Trending di Diskominfo Kutai Kartanegara