okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memperkuat upaya pencegahan stunting sebagai bagian dari program percepatan nasional. Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengungkapkan bahwa pemerintah desa secara konsisten menjalankan berbagai langkah intervensi sesuai arahan dari pemerintah daerah.
“Salah satu program utama kami adalah Pemberian Makanan Tambahan Bergizi (PMTB) kepada anak-anak. Setiap hari, anak-anak yang terdata mendapatkan makanan bergizi. Selain itu, kami juga telah memiliki rumah bahagia yang baru diresmikan oleh Bupati beberapa waktu lalu,” ujar Erwin saat diwawancarai, Sabtu (16/11/2024).
Namun, Erwin mengakui masih banyak tantangan dalam pelaksanaan program ini. Salah satu kendala utamanya adalah kurangnya pemahaman orang tua terkait stunting. Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci penting agar orang tua dapat berperan aktif mendukung program ini.
Ke depan, Pemdes Jembayan berencana menerapkan kebijakan baru untuk memperkuat pencegahan stunting. Salah satunya, sertifikat Posyandu akan dijadikan syarat wajib bagi penerimaan siswa di TK atau PAUD di desa tersebut. “Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan memastikan anak-anak mendapatkan perhatian kesehatan yang cukup,” jelas Erwin.
Selain kebijakan baru, pihak desa juga akan fokus meningkatkan kapasitas kader Posyandu. Pelatihan dan studi tiru menjadi bagian dari strategi ini, meskipun tahun ini kegiatan tersebut sempat dihentikan. “Tahun lalu kami adakan studi tiru kader Posyandu setiap bulan. Untuk guru PAUD, kami juga pernah ajak mereka ke Balikpapan untuk belajar dari TK PAUD di sana,” tambahnya.
Erwin juga ingin melibatkan Babinsa dalam program edukasi masyarakat. Menurutnya, peran Babinsa sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada warga. “Tahun lalu kami ajak Bhabinkamtibmas untuk ikut studi tiru kader Posyandu di Yogyakarta. Tahun depan, kami rencanakan Babinsa, kader Posyandu, tenaga medis, PKK, BPBD, hingga guru TK dan PAUD turut serta,” ujarnya.
Dengan kombinasi edukasi, pelatihan, dan kebijakan yang melibatkan berbagai pihak, Erwin optimistis program pencegahan stunting di Desa Jembayan dapat berjalan efektif. Ia berharap langkah-langkah ini dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kutai Kartanegara dalam mengatasi masalah stunting. (adv/diskominfokukar/rl/ob1/ef)








